SGB LAMPUNG – Mengamati pergerakan kurs euro pada perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (7/06), bergerak konsolidasi dan cenderung melemah meskipun sesi Eropa terdapat sentimen yang dapat mengangkat kurs kawasan negara satu mata uang tersebut. Perdagangan sebelumnya euro mampu menahan kekuatan dollar oleh data sentimen kepercayaan investor survey Sentix yang menunjukkan pertambahan optimisme, padahal sebelumnya dirilis data pesanan pabrik Jerman yang terkontraksi.

Pernyataan Janet Yellen semalam di Philadelphia tidak berhasil selamatkan dollar AS yang jatuh terperosok ke pelemahan 16 hari perdagangan terhadap euro. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan euro untuk berusaha rally namun terganjal oleh data ekonomi Jerman kemarin.

Pada sesi Eropa akan ada beberapa data ekonomi yang dirilis seperti data Industrial Production Jerman yang diperkirakan naik dari posisi kontraksinya. Berikutnya data ekonomi Perancis seperti data Current Account, Trade Balance yang diperkirakan menurun defisitnya. Sedangkan dari kawasan sendiri ada rilis revisi data PDB kuartalan kawasan Euro.

Pergerakan kurs euro di sesi Asia (02:35:35 GMT) bergerak lemah terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya pada 1.1356 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs Euro turun 1 pips atau 0,01% dan nilai bergulir berada pada 1.1355.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, pair EUR/USD diperkirakan dapat naik ke kisaran 1.1384-1.1432. Namun jika tidak tembus kisaran tersebut maka pair turun lagi menuju kisaran 1.1321.

http://vibiznews.com/2016/06/07/kurs-euro-sesi-asia-7-juni-berusaha-kuat-oleh-data-ekonominya/