Jika dua analisis sebelumnya mengharuskan kita memelototi grafik dan memasang telinga untuk setiap berita yang dirilis, Analisis Sentimen Market mewajibkan kita untuk melatih insting trader kita untuk mengetahui ke mana pasar akan bergerak. Dalam kata lain, kita harus menjadi cenayang Forex ketepatan seperti Paul si Gurita.

cenayang sentimen market

“Haha…bercanda, kok.”

Kenyataan pahit tentang trading Forex adalah kita tidak bisa mengandalkan satu pun, baik informasi pasar maupun rilis berita) sebagai data analisis. Sebab, terkadang market bisa memberi berita yang mengecoh. Sementara setiap negara bisa saja merilis beritanya secara bersamaan dan menyebabkan pergerakan harga tak stabil.

Satu-satunya yang bisa diandalkan jika hal ini terjadi adalah pendapat serta insting kita, untuk mengatasi sentimen pasar. Sebab kita bukan Bernanke, yang bisa menggerakkan pasar hanya dengan melontarkan beberapa kata saja.

Pada Analisis Sentimen Pasar yang menjadi senjata utama adalah diri kita sendiri sebagai trader. Kita nanti akan bertugas untuk memperkirakan bagaimana “mood” pasar saat ini, apakah sedang bullish atau bearish. Selain itu, kita jugalah yang memegang kontrol bagaimana nantinya kita akan mengaplikasikan sentimen pasar ke dalam strategi trading kita.

Kita boleh saja tak mengacuhkan sentimen pasar, tapi sayang sekali kalau kita tak mau melirik analisis ini. Sebab, kemampuan menaksir sentimen pasar bisa menjadi tool yang penting bagi trading kita.

baca juga artikel ini :

Jenis Jenis Analisis
Analisis Teknikal 
Analisis Fundamental 
Analisis Terbaik

baca Disclaimer