PT.SolidGoldSemarang~ Dolar Australia naik dengan berjangka tembaga dan saham AS setelah China meningkatkan stimulus, memotong rasio persyaratan cadangan bagi bank-bank di tengah perlambatan ekonomi negara. Indeks berjangka China merosot pada akhir pekan lalu setelah negara tersebut memperketat aturan di seluruh margin trading.

Dolar Aussie naik 0,4% ke level 78,10 sen AS pada pukul 09:53 pagi di Sydney, dengan Cina yang merupakan mitra dagang terbesar negara tersebut. Tembaga berjangka melonjak 1,7%, sementara Indeks berjangka S&P 500 naik 0,3%. Sementara indeks berjangka FTSE Cina A50 turun 6% di Singapura pada akhir perdagangan Jumat minggu lalu, dan kontrak pada saham-saham Hong Kong yang terdaftar juga melemah. Minyak AS naik untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari pada hari Senin.

Para pemimpin China pada hari Minggu kemarin mengumumkan memotongan terbesar untuk jumlah kreditur yang harus disisihkan sebagai cadangan sejak krisis keuangan global, setelah data pekan lalu menunjukkan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia tersebut telah melambat setidaknya dalam enam tahun terakhir. Langkah tersebut muncul setelah regulator bergerak untuk membendung lonjakan dalam ekuitas China, melarang sumber pembiayaan untuk perdagangan marjin dan membuatnya lebih mudah bagi penjualan cepat untuk berspekulasi pada penurunan. Data inflasi AS pada hari Jumat minggu lalu juga memicu penurunan dalam saham-saham global.(frk)

Sumber: Bloomberg
baca Disclaimer