SGB LAMPUNG – Aksi profit taking terhadap rival utama dollar AS mulai terjadi perdagangan pagi ini pasca ambruknya nilai mata uang Amerika tersebut beberapa perdagangan terakhir. Salah satunya nilai tukar Australia yang anjlok cukup besar setelah perdagangan sebelumnya ada di puncak tertinggi 25 hari perdagangan. Sentimen yang memperkuat aksi pasar terhadap aussie datang dari turunnya kembali harga minyak mentah oleh aksi yang serupa setelah harga minyak naik ke posisi tertinggi sejak bulan Juli 2015.

Perdagangan sebelumnya mata uang Australia ini bergerak rally oleh pernyataan RBA yang tidak akan melonggarkan kebijakan moneternya oleh potensi pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang mulai bergerak cepat. Pernyataan ini sebagai alasan bank sentral tersebut tidak mengubah suku bunganya setelah bulan sebelumnya menurunkannya ke posisi terendah sepanjang sejarah.

Pergerakan kurs aussie di sesi Asia (08:00:35 GMT) cenderung bergerak kuat terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah pada 0.7457 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs aussie turun 14 pips atau 0,1% dan nilai bergulir berada pada 0.7443.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga perdagangan sesi Amerika malam ini, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair AUDUSD dapat turun lagi ke kisaran 0.7406-0.7373. Namun jika terjadi koreksi akan naik ke kisaran 0.7510.

http://vibiznews.com/2016/06/08/harga-minyak-mentah-mulai-retreat-aussie-sesi-asia-terpukul/