PT Solid Gold SMG – Pemerintah belum mengumumkan waktu pasti untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Terkait itu, pengamat ekonomi Aviliani menyarankan pemerintah segera menaikkan harga pada bulan ini. Bila tidak, pemerintah akan menanggung beban lebih berat.
“Tahun ini harus, jika tidak ingin mendapat masalah lebih berat. Kalau tahun depan akan double digit,” ujar Aviliani

Lalu, katanya, efek dari naiknya harga secepatnya juga akan turut mengurangi dampak inflasi. “Kalau tahun depan akan lebih bahaya. Sementara kalau dinaikkannya pas November, inflasi hanya akan naik tiga persen di akhir tahun misalnya. Itu tidak masalah. Inflasi tahun ini kan 4,47 persen,” ujarnya.
Selain itu, tambah dia, jika harga kenaikan BBM dilakukan bulan ini, maka persoalan dana APBN tidak lagi perlu lapor ke DPR. “Sedangkan kalau dinaikkannya tahun depan, harus lapor ke DPR dulu,” ungkapnya.

Sama halnya bila dinaikkan akhir tahun. Menurutnya itu juga percuma. “Kalau Desember juga percuma, masalahnya akan merembet ke awal tahun. Jadi lebih baik sekarang saja,” katanya.
Aviliani menjelaskan, anggaran untuk subsidi BBM selalu tinggi. “Anggaran selalu tinggi untuk subsidi. Kapan kita bangun infrastruktur kalau begitu caranya,” kata dia.

Karena itu, kata dia, tidak ada salahnya jika anggaran tersebut kali ini dialokasikan untuk program jaminan masyarakat. Seperti kartu sehat, kartu pintar ataupun yang lainnya.
“Jadi kenaikan ini kan memang ada kompensasinya. Uangnya tersalur ke orang lebih berhak daripada ke orang pengonsumsi BBM yang pada punya kendaraan pribadi,” tutur dia.

 Sumber : Republika
baca Disclaimer