SOLID GOLD BERJANGKA –¬†Seorang manager, pimpinan, supervisor, atau apapun namanya juga manusia. Mereka tidak bisa luput dari berbagai macam kesalahan. Jika kita saat ini memiliki kesempatan untuk menjadi pimpinan, ada baiknya kita mempelajari masalah kepemimpinan seperti apa yang umumnya terjadi di sebuah perusahaan, anda kita bisa menghindari kesalahan yang sama. Ataupun jika memang sudah terjadi dan kita tidak menyadarinya, maka kita bisa segera memperbaiki kesalahan kita. Sebab seperti kata seorang bijak, adalah baik belajar dari kesalahan, namun yang terbaik tetap jika tanpa kesalahan.

 

Management Waktu Yang Buruk

Tidak perduli anda tipe pemimpin yang galak atau pemimpin yang bersahabat, bawahan tetap membutuhkan kehadiran anda. Sebagai pemimpin, andalah yang menjadi penunjuk arah bagi mereka. Walaupun seandainya anda begitu sibuknya, tetap harus bisa memberikan sedikit waktu untuk berkomunikasi dua arah dengan bawahan, apalagi jika anda masih mengelola perusahaan yang dalam tahap berkembang. Pemimpin yang baik harus dapat mengelola waktu, baik internal ataupun eksternal. Kesuksesan seorang pemimpin tidak lepas dari management waktu yang baik; namun, banyak masalahyang berawal dari titik ini.

 

Kurangnya Review dan Evaluasi

Masalah kepemimpinan yang kedua adalah pembiaran. Terkadang, anda melihat karyawan melakukan kesalahan yang kecil, tapi anda diamkan dengan harapan karyawan tersebut akan sadar sendiri akan kesalahannya. Namun yang terjadi, karyawan tersebut tidak sadar, dan pada akhirnya, anda sebagai seorang pemimpin akan menjadi sasaran keluhan dan complaint dari karyawan lainnya. Pemimpin harus bisa menyelamatkan karyawannya. Jika ada karyawan yang berpotensi mengganggu produktifitas karena kesalahan kecil saja, seorang pemimpin harus menegur, menegur bukan berarti marah, dan juga bukan berarti harus dihadapan banyak orang. Dengan demikian, karyawan tersebut akan faham apa yang dia perbuat dan efek negatif dari perbuatan tersebut kepada perusahaan.

 

Kaderisasi Yang Keliru

Kepemimpinanyang baik adalah pemimpin yang bisa mencetak pemimpin-pemimpin yang baru atau dikenal juga dengan sebutan kaderisasi. Itu benar, namun, bukan berarti anda melepaskan semua tanggung jawab ke bahu seorang anak buah yang sedang ditempa untuk menjadi pemimpin. Itu sama saja anda meletakkan sebilah pedang di atas kepala dengan diikat ke sehelai rambut. Sangat riskan. Walaupun karyawan tersebut memiliki kompetensi di atas karyawan yang lain, tentunya dia masih tetap harus dalam bimbingan. Jika memang sudah bisa dilepas sama sekali, maka anda harus siap untuk menyerahkan jabatan, sebab sudah tidak ada gunanya lagi anda memegang jabatan tersebut.

 

Masalah Hubungan Interpersonal

Adanya batasan antara atasan dan bawahan memang harus dihindari. Namun, jika terlalu akrab maka kita akan menimbulkan masalah kepemimpinan di kemudian hari. Bayangkan, jika ternyata menurut penilaian perusahaan anda harus memecat seorang anak buah yang sudah terlanjur sangat dekat dengan anda. Bagaimana perasaan anda? Apa yang harus anda katakan? Maka itu bisa menjadi sebuah batu sandungan bagi kelangsungan hidup dari tim atau bahkan organisasi yang anda pimpin.

 

Kurangnya Motivasi

Dalam kepemimpinan salah satu tugas dari pemimpin adalah memotivasi. Namun jika salah untuk memotivasi anak buah, maka ini menjadi masalah kepemimpinan, sebab tujuan dari motivasi tersebut tidak akan tercapai. Seorang anak buah yang menginginkan penghargaan akan tidak mempan jika diberi motivasi tentang uang.

Lima hal tersebut merupakan hal yang umum terjadi dalam kepemimpinan. Terkadang, anda sebagai pemimpin terlambat atau bahkan kadang tidak menyadari sama sekali bahwa anda tidak lagi berjalan di rel kepemimpinan yang benar, sesuai kaidah, normal, dan nilai yang berlaku di perusahaan. Oleh sebab itu, kendali diri dan evaluasi sangat diperlukan oleh seorang pemimpin. Sekali-sekali lihatlah ke belakang dan perhatikan jejak yang anda buat.