SOLID GOLD BERJANGKA – “Malas ah ikut investasi trading berjangka, itu ‘kan main spekulasi, berarti judi!”

Mungkin Anda sering mendengar kata-kata ini terlontar dari mulut orang ketika mengomentari investasi trading bersama pialang berjangka, apapun bentuk produk yang diperjualbelikan. Tudingan ini pun kerap dilontarkan dengan lebih tajam ketika beredar kasus nasabah tertipu yang kehilangan uang jutaan bahkan milyaran rupiah, atau paling tidak mengalami kerugian besar. Hal ini semakin menyudutkan trading berjangka sebagai judi terselubung.

Padahal, sebenarnya banyak orang yang bisa sukses lewat trading berjangka, namun kebanyakan orang sukses ini memang dari golongan yang agak langka: mereka tidak menganggap trading sebagai sekedar investasi, melainkan pekerjaan, dimana mereka terus mengembangkan diri dengan belajar membaca tren pasar dan melakukan analisis sendiri walaupun ada pialang berjangka yang membantu. Orang yang mendapatkan keuntungan besar berlipat ganda dari modal awal juga bisanya harus berusaha bertahun-tahun dulu.

Jelas, tidak ada hasil instan dalam investasi trading berjangka yang serius, namun tak bisa dipungkiri bahwa ada faktor mirip spekulasi di dalam praktiknya. Namun, spekulasi dalam trading berjangka jauh berbeda dengan ‘spekulasi’ dalam kegiatan judi murni. Pelajarilah perbedaannya agar Anda tak takut belajar trading hanya karena menyangka itu judi.Berikut beberapa perbedaan mendasar antara trading berjangka dan judi murni.

 

Dampak Ekonomi Trading Positif, Judi Negatif

Perusahaan pialang berjangka yang jujur akan memfasilitasi transaksi yang sifatnya mendorong aktifitas keuangan yang likuid, yang kemudian akan membantu menggerakkan pasar serta menyumbang dampak positif baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pasar ekonomi dan bisnis. Sebaliknya, judi benar-benar hanya menguntungkan satu pihak dan membuat pihak lain rugi besar secara ekonomi jika mereka kalah. Keuntungan yang dihasilkan hanya untuk pihak tertentu saja.

 

Perlunya Wawasan dan Pendidikan Formal

Hal ini berlaku baik untuk wakil pialang maupun pengelola perusahaan pialang berjangka. Keduanya wajib memiliki dasar formal, terdaftar di institusi terkait dan memiliki latar belakang formal yang sudah ditetapkan negara. Hal ini karena trading berjangka adalah jenis bisnis dan investasi dengan cakupan aspek yang sangat luas dan menyangkut berbagai jenis pasar, produk, situasi ekonomi dan finansial serta pergerakan pasar dan uang.

Selain itu, aktifitas trading berjangka memiliki berbagai teknik untuk menentukan dan membuat peta pasar, menentukan posisi harga sebuah pasar, membaca tren dan sebagainya. Tanpa dasar formal dan pengawasan, hal serumit ini tidak bisa dilakukan. Hal ini tentu saja berbeda dengan judi, yang kebanyakan mengandalkan perhitungan berdasarkan untung-untungan dan spekulasi yang didasarkan pada kepentingan satu pihak semata, yakni pialang berjangka. Pelaku judi pun tentu saja tak membutuhkan pendidikan formal, dan secara undang-undang formal malah harus diberantas.

 

Resiko Trading Sifatnya Melekat, Judi Sengaja Dibuat Beresiko

Tidak ada orang yang ingin rugi dalam berdagang, namun semua orang yang melakukan usaha dagang atau investasi tahu bahwa resiko akan selalu ada dan sifatnya melekat sehingga diterima dan dimaklumi setiap pelaku. Sebaliknya, faktor resiko dalam judi justru dibuat dengan tujuan meningkatkan keasyikan suatu permainan dan membuat nilai taruhan menanjak. Jika salah satu pihak kalah (bandar atau judi), berarti pihak yang satu lagi mengambil keuntungannya. Jadi, faktor bahayanya malah sengaja diadakan.

Hanya dengan melihat beberapa perbedaan mendasar ini, kita bisa melihat bahwa trading bersama pialang berjangka dan judi murni bukan sesuatu yang bisa dicampuradukkan. Anda pun sebaiknya tak perlu takut mencoba trading berjangka jika memang hal itu menarik minat Anda, dan tak usah takut disebut berjudi.