SGB LAMPUNG – Di tengah perdagangan sesi Asia hari Kamis (9/06) kurs poundsterling terpantau masih bergerak kuat setelah sempat dibuka lebih rendah sedikit dari akhir perdagangan sebelumnya. Kurs pound berusaha bangkit setelah jatuh sendirian diantara rival utama dollar AS perdagangan sesi Amerika Rabu malam. Momentum suramnya fundamental dollar AS yang mengangkat tinggi nilai rival-rivalnya tidak berlaku bagi paound meski rilis data ekonomi sangat mendukung.

Para pelaku pasar forex masih sangat khawatir dengan fundamental mata uang Inggris ini jelang referendum yang akan dilakukan tanggl 23 Juni untuk keputusan apakah Inggris keluar dari UE atau sebaliknya. Sentimen Brexit inilah yang mematahkan rilis data ekonomi yang kuat dari ONS kemarin sore.

Kantor Statistik Nasional Inggris Rabu sore (8/6) melaporkan data produksi manufaktur dan industri negara kerajaan Inggris tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signfikan. Rilis data ini sempat angkat nilai pair GBPUSD ke kisaran 1.4599. Namun berita-berita tentang jajak pendapat untuk Brexit membuat pasar memilih lakukan profi taking.

Pergerakan kurs poundsterling di sesi Asia (03:30:35 GMT) bergerak kuat tipis terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih tinggi pada 1.4502 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs pound naik 3 pips atau 0,1% dan nilai bergulir berada pada 1.4505. Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, pair GBPUSD diperkirakan dapat naik ke kisaran 1.4344-1.4462. Meski sedang menguat namun sentimen Brexit ini cukup mengancam laju poundsterling.

http://vibiznews.com/2016/06/09/brexit-masih-mengancam-laju-kurs-pound-sesi-asia-9-juni/