3daraPada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?” Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai.
Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas.
“Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya.
“Bukan,” si penebang kayu menjawab.
Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. “Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya lagi.
“Bukan,” si penebang kayu menjawab.
Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. “Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya.
“Ya!” jawab si penebang kayu.
Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.
Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?”
Si penebang kayu menjawab bahwa istrinya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan Sophia Latjuba. “Inikah istrimu?” Tuhan bertanya.
“Ya!” si penebang kayu menjawab, cepat.
Mendengar itu, Tuhan menjadi sangat marah. “Kamu berbuat curang! Aku akan mengutukmu!” tegur Tuhan.
Si penebang kayu segera menjawab, “Maafkan saya, ya Tuhan. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata ‘Bukan’ pada Sophia Latjuba, Engkau pasti akan muncul kembali dengan Kris Dayanti. Kalau saya juga berkata ‘Bukan’ kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya, dan saya akan berkata ‘Ya’. Kemudian Engkau pasti akan memberikan ketiganya kepada saya.
“Tuhan, saya adalah orang miskin. Saya tidak akan mampu menghidupi mereka bertiga. Itu sebabnya saya menjawab ‘Ya’.”
Kejujuran, kapan pun memang selalu membawa kisah manis.