Bursa saham China turun tajam dalam dua bulan akibat penurunan harga komoditas menekan produsen bahan baku dan meningkatnya kekhawatiran bahwa kenaikan di indikator ekonomi sangat goyah.

Indeks Shanghai Composite turun 2,8 persen pada penutupan perdagangan, menghapus keuntungan untuk minggu ini, karena Shaanxi Coal Industry Co. dan Hainan Mining Co. memimpin penurunan di antara saham energi dan logam. Hal tersebut terjadi karena mulai meredanya kegilaan yang telah mencengkeram pasar komoditas China, dengan kontrak bulan Oktober untuk baja penguat batangan merosot 10 persen minggu ini menuju rekor. Indeks Hang Seng China Enterprises jatuh untuk hari kelima, kerugian terpanjang dalam tahun ini.

Penurunan tersebut mencerminkan pesimisme terhadap perekonomian, dengan berbagai data yang muncul lebih rendah dari perkiraan. Kedua indeks manufaktur swasta dan resmi yang dirilis dalam seminggu terakhir meleset dari prediksi, sedangkan angka yang dirilis pada hari Minggu diperkirakan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor tidak berubah pada bulan April setelah secara mengejutkan melonjak 11,5 persen pada bulan Maret. Cadangan devisa negara cenderung menurun, menurut survei Bloomberg, dalam sebuah indikasi arus keluar modal baru.

Indeks Shanghai Composite ditutup di 2,913.25, sedangkan indeks Hang Seng China turun 1,9 persen pada pukul 15:09 sore di Hong Kong. Volume perdagangan di Shanghai adalah 8,7 persen di atas rata-rata 30-hari.(frk)

Sumber: Bloomberg