SGB LAMPUNG – Bursa saham AS ditutup naik tertinggi dalam lebih dari dua bulan, didorong lonjakan penjualan rumah yang memicu spekulasi ekonomi dapat menahan suku bunga yang lebih tinggi di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya pada musim panas ini.

Saham-saham yang termasuk dalam kelompok homebuilders melonjak terbesar sejak Januari 2014, dimana harga saham Toll Brothers Inc naik terbesar dalam tiga tahun setelah mengeluarkan laporan laba kuartalan yang melampaui estimasi.

Sementara itu, harga saham perusahaan teknologi juga melonjak ke kenaikan terkuat mereka dalam 12 minggu, Microsoft Corp dan induk perusahaannya, Google Alphabet Inc naik setidaknya 2,2 persen. Saham-saham perbankan juga naik ditengah-tengah harapan untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. JPMorgan Chase & Co dan Citigroup Inc menambahkan setidaknya 1,6 persen.

Indeks S & P 500 naik 1,4 persen menjadi 2,076.06 pada 16:00 di New York, pendakian curam sejak 11 Maret, mendorong indeks ini naik ke dua minggu tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 213,12 poin, atau 1,2 persen, ke 17,706.05. Nasdaq Composite Index naik 2 persen, terbaik dalam hampir tiga bulan. Sekitar 7 miliar lembar saham diperdagangkan di bursa AS, 4 persen di bawah rata-rata tiga bulan.

“Mungkin investor menyadari bahwa kenaikan sebesar 25 basis poin bukanlah akhir dari dunia,” kata Thomas Garcia, kepala perdagangan ekuitas di Thornburg Investment Management Inc di Santa Fe, New Mexico. Tampaknya seolah-olah pasar gembira bahwa mereka masih akan kuat saat The Fed menaikkan suku bunga.

Sebuah laporan yang dikeluarkan kemarin mengenai penjualan rumah baru untuk bulan April menunjukkan kenaikan ke tingkat tertinggi dalam lebih dari delapan tahun. Hal ini menunjukkan pengaruh musim semi terhadap keinginan untuk membangun rumah baru. Harga penjualan rumah juga secara rata-rata naik ke rekor, mencerminkan banyaknya kontrak pembelian rumah dengan harga yang lebih mahal.

Setelah rebound sebanyak 15 persen dari level terendah dalam 22-bulan pada bulan Februari lalu, benchmark ekuitas utama Amerika ini hanya bergerak di kisaran kurang dari 50 poin pada bulan Mei ini, setelah seperti kehabisan tenaga pada akhir April lalu.

Para investor kuatir karena pasar belum siap karena The Fed kemungkinan bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan. Pimpinan Fed Bank of Philadelphia, Patrick Harker kemarin mengatakan bahwa kenaikan tariff dari 2-3 persen pada tahun 2016 adalah hal yang memungkinkan, sementara Presiden Fed San Francisco, John Williams juga mengatakan hal yang sama sebelumnya. Ketua Fed Janet Yellen dijadwalkan untuk berbicara pada hari Jumat.
Pada perdagangan yang ditutup dini hari tadi, semua saham yang masuk dalam kelompok industri utama di S&P 500, naik dipimpin saham-saham teknologi, keuangan, kesehatan dan perusahaan konsumen discretionary mengumpulkan setidaknya 1,4 persen.

Indeks Volatilitas CBOE turun 8,9 persen menjadi 14,42, yang paling dalam hampir dua bulan. Penurunan besar ini menghapus keuntungan yang diperoleh saat mencapai level tertinggi dua bulan yang dicapainya pekan lalu.

Saham-saham perusahaan teknologi memimpin kenaikan Indeks S&P 500 ini dengan kenaikannya yang sebesar 2,1 persen, lompatan terbesar sejak tanggal 1 Maret lalu. Harga saham Xilinx Corp naik 5,7 persen dan Western Digital Corp naik 4,5 persen sebagai penampil terbaik. Kelompok ini sempat turun 3 persen sejak menyentuh level 2.016 tertingginya pada tanggal 1 April lalu, di tengah laporan pendapatan perusahaan raksasa termasuk Microsoft dan Apple Inc yang meleset dari harapan. Harga saham Apple naik untuk hari ketiga di empat pekan tertingginya, dan Intel Corp naik 2,8 persen, harga terkuatnya sejak Januari.

Saham-saham perusahaan keuangan telah rally lebih dari dua kali lipat, Moody Corp dan Affiliated Managers Group Inc masing-masing menambah setidaknya 3,5 persen. The KBW Bank Index naik 1,6 persen.

Sekelompok perusahaan asuransi dalam S & P 500 naik ke tertinggi lima bulan pada spekulasi suku bunga yang lebih tinggi akan membantu keuntungan kelompok perusahaan ini. Principal Financial Group Inc naik 2,3 persen, sementara MetLife Inc dan Prudential Financial Inc meningkat lebih dari 1,8 persen.

Kelompok kesehatan mengalami pendakian terbesar sejak 6 April, terangkat oleh parade perusahaan bioteknologi. Vertex Pharmaceuticals Inc dan Gilead Sciences Inc. meningkat lebih dari 3,4 persen. Indeks Nasdaq Biotech naik 2,3 persen, naik untuk hari ketiga di dalam kemenangan beruntun terpanjang dalam sebulan.

Di antara perusahaan lain yang bergerak di berita perusahaan, Best Buy Co anjlok 7,4 persen, penurunan terburuk dalam empat bulan.

Norfolk Southern Corp kehilangan 2,9 persen, penurunan terbesar sejak 8 Maret setelah diprediksi volume batubara yang akan diangkut oleh kereta api akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

http://vibiznews.com/2016/05/25/bursa-saham-as-ditutup-naik-tertinggi-dalam-lebih-dari-dua-bulan/