Cabai hingga Biaya Sekolah Kerek Inflasi Juli Sebesar 0,31% – PT Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi Juli 2019 sebesar 0,31% (month to month/mtm). Realisasi ini lebih terkendali dari tingkat inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,55% mtm.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, peningkatan inflasi utamanya didorong kenaikan harga pada komoditas kelompok bahan makanan serta pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga. “Penyebab utama kenaikan Juli 2019 disumbang harga cabai merah, cabai rawit, emas, dan biaya pendidikan sekolah,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/8/2019).

Dia menjelaskan, pada kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,80% dengan memberi andil terbesar 0,43% pada inflasi nasional. Penyebabnya terdiri dari andil inflasi cabai merah 0,20%, cabai merah 0,06%, dan ketimun, cabai hijau, apel dan pir yang masing-masing 0,01%.

Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi yakni bawang merah sebesar 0,04%, tomat sayur 0,03%, bawang putih 0,02%, serta ikan segar, jeruk, kelapa, minyak goreng yang masing-masing 0,01%. Adapun untuk kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga terjadi inflasi sebesar 0,92% dengan andil 0,07%.

Utamanya inflasi kelompok ini disumbang kenaikan harga uang sekolah SMA sebesar 0,02%, uang sekolah SD, SMP, dan bimbingan belajar masing-masing 0,01%. “Ini bisa dipahami, karena inflasi pendidikan selalu terjadi setiap tahunnya di bulan Juli yang merupakan tahun ajaran baru,” katanya.

Kemudian untuk inflasi kelompok sandang tercatat sebesar 0,70% dengan andil 0,04%. Di dorong andil inflasi dari emas perhiasan yang sebesar 0,03%. “Kenaikan harga emas perhiasan ini mengikuti kenaikan harga di internasional,” katanya.

Adapun inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang sebesar 0,24% dengan andil 0,04%. Serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar sebesar 0,14%, dengan andil sebesar 0,04%. Lalu kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,18% dengan andil 0,01%.

Sebaliknya kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,36% dengan andil deflasi sebesar 0,06%. Di mana penyumbang utama deflasi yakni tarif angkutan antar kota dengan andil 0,04%, angkutan udara 0,03%, angkutan kereta api 0,01%.

“Terjadinya penurunan ini karena Ramadan dan Lebaran berakhir permintaan pun kembali normal, sehingga tarif turun. Untuk angkutan udara juga ada kebijakan penurunan tarif batas dan harga tiket pesawat murah yang murah di waktu tertentu,” katanya. – PT SOLID GOLD BERJANGKA

sumber : okezone