Bila Anda day trader, itu berarti Anda harus berurusan dengan analisa pasar dan harga. Tujuannya agar bisa menentukan saat yang tepat untuk membuka posisi jual atau beli. Biasanya, pelaku day trading harus melakukan analisis dengan cara membaca tren pasar, tren bisnis, berita mengenai inflasi dan situasi ekonomi serta sosial, dan sebagainya. Kemampuan analisa dengan membaca grafik merupakan keharusan jika ingin sukses sebagai day trader.

Candlestick merupakan salah satu jenis grafik yang populer dalam dunia perdagangan saham. Karena grafik ini mampu menunjukkan tren harga, pembelian dan penjualan secara praktis. Grafik candlestick memiliki panjang-pendek yang beragam baik di kepala maupun ekor, hal yang dapat membingungkan pemula. Jadi, mempelajari analisa candlestick memang cenderung sulit dan rumit. Namun jika sudah menemukan polanya, analisa candlestick sebenarnya cukup mudah.

Pada candlestick, ada 3 elemen analisa yakni faktor seller, buyer dan tren pasar. Ketiga elemen ini yang kemudian membentuk ‘lilin’ pada grafik tersebut. Tren harga atau pasar cenderung dinamis, Anda harus memastikannya setiap beberapa jam bila berhubungan dengan indeks yang sangat aktif.

Ciri utama grafik candlestick lengkap dengan perubahan umum yang harus Anda perhatikan dalam setiap bisnis forex trading atau saham. Berikut beberapa di antaranya yang wajib Anda perhatikan:

Tubuh batang lilin

Bagian tubuh grafik lilin lengkap dengan perubahan warnanya menunjukkan tren dominasi di pasar. Grafik yang berwarna merah atau hitam menunjukkan adanya dominasi seller, sedangkan grafik warna hijau atau putih menunjukkan dominasi buyer.

Ekor atas panjang

Menunjukkan dominasi seller, dorongan seller untuk menjual tidak bisa diimbangi oleh para buyer. Akhirnya, harga pasar pun turun.

Ekor bawah panjang

Kebalikan poin kedua yang menunjukkan dominal buyer, sehingga harga pasar naik

Mengetahui cara membaca grafik candlestick, Anda akan mudah membaca pola naik dan turun dari tren dominasi pasar. Tetapi berhati-hatilah jika Anda menemukan sesuatu yang nampaknya muncul sebagai suatu anomali dalam bentuk grafik keanehan pada tren harga. Sebagai contohya adalah:

Perhatikan tingkat penambahan panjang grafik yang terlalu mendadak dan tibia-tiba, serta tidak ada indikasi perubahan grafik sampai akhirnya bisa membentuk grafik seperti itu.

Perhatikan grafik yang tiba-tiba menjadi panjang sampai panjang grafiknya pun lebih dari separuh grafik sebelumnya (bahkan sampai lebih dari 50%) sementara grafik sekitarnya cenderung rendah.

Sebaliknya, perhatikan juga grafik yang tadinya sebenarnya panjang dan condong ke bawah hingga ke atas tetapi tiba-tiba langsung ‘terjatuh’ hingga ke posisi yang sangat rendah.

Para trader yang menemukan tren pasar dan harga yang bagus sebaiknya mengunci posisinya agar kemenangannya dihitung valid. Selain itu, trader pun sebaiknya tidak menerapkan posisi jual atau beli pada grafik candlestick yang perubahan grafiknya terhitung sangat kontras dan janggal. Dengan menggunakan analisis candlestick, Anda sebagai pemain pasar saham akan tahu lebih detil tentang tren pasar terutama yang terkait dengan pembeli dan penjual.

– Sumber : bisnisindeks.com