PT.SolidGoldSemarang~ -Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hari ini anjlok 5,8% pasca diturunkannya peringkat utang perusahaan menjadi default (D) alias gagal bayar, dari sebelumnya selective default (SD) oleh Standard & Poor’s (S&P).

Pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (3/12/2014), saham anak usaha Grup Bakrie itu berakhir di level Rp 81 per lembar, anjlok 5,81% dibandingkan posisi kemarin di Rp 86 per lembar.

Sahamnya cukup aktif diperdagangkan, sebanyak 2.488.953 lot saham diperdagangkan 4.073 kali senilai Rp 20,8 miliar. Sahamnya banyak dilepas investor asing.

S&P memprediksi perusahaan Grup Bakrie itu tidak akan menyelesaikan utang-utangnya setidaknya dalam enam bulan ke depan. Karena itu peringkatnya adalah ‘gagal bayar’.

Tiga anak usaha BUMI pekan lalu sudah mendapat moratorium dari Pengadilan Singapura untuk menyelesaikan utang-utangnya. Perseroan juga sudah meminta perlindungan dari kreditur di AS.

Tiga anak usahanya yang dapat moratorium adalah Bumi Capital Pte Ltd, Bumi Investment Pte Ltd, dan Enercoal Resources Pte Ltd. Ketiganya merupakan perusahaan yang berbasis di Singapura.

Tiga perusahaan ini menanggung utang US$ 1,37 miliar atau sekitar Rp 16,4 triliun (kurs Rp 12.000/US$). BUMI juga sudah gagal membayar bunga dari utang senilai US$ 700 juta yang jatuh tempo Oktober 2017 awal bulan ini.

baca Disclaimer