SOLID GOLD – Dollar Amerika SerikatMasih Menderita Meskipun Fed Berusaha Menghibur

SOLID GOLD LAMPUNG – Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar Amerika Serikat terhadap enam mata uang utama perdagangan ditutup anjlok ke posisi 97.38, setelah sebelumnya perdagangan sesi Asia dibuka pada posisi 97.73.

Dollar melemah pada hari Rabu terutama menjelang pemilu Presiden Amerika Serikat, yang mana membuat investor tampak grogi, dan memicu permintaan untuk aset haven seperti yen Jepang.

Greenback turun ke level terendah dalam tiga pekan terhadap euro dan level terendah 12 hari terhadap yen ketika sebuah jajak pendapat menunjukkan kandidat dari Republik Donald Trunp unggul setelah FBI pada hari Jumat mengatakan bahwa mereka akan menyelediki temuan terbarui pada surat elektronik yang terkait dengan Hillary Clinton.

Euro naik sekitar 0.1 % ke level 1.1075, itu adalah level tertinggi sejak 11 Oktober.

Dollar memperpanjang kerugiannya dari semalam dan turun sekitar 0.5 % ke level 103.60, dollar telah melemah dari level terkuat tiga bulan di 105.40 yang dicapai pada pekan lalu.

Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika hari rabu beberapa jam yang lalu, dollar Amerika Serikat masih tertekan dan bergerak dalam zona merah hingga jatuh ke posisi terendah dalam 3 minggu melawan semua rival utamanya. Namun pemangkasan kekuatan dollar Amerika Serikat tersebut mulai berkurang setelah Fed umumkan kebijakan moneter terbarunya.

Memang dalam kebijakan tersebut the Fed tidak mengubah suku bunga sekarang dan tetap di kisaran 0,25 % – 0,50 %, namun sedikit berikan sinyal untuk pertemuan bulan depan mereka akan pertimbangkan lagi untuk menaikkan suku bunga tersebut.

Sebelum pengumuman Fed tersebut, rilis data pekerjaan kembali memberatkan dollar Amerika Serikat dengan menunjukkan data yang lebih rendah baik terhadap periode sebelumnya maupun dengan ekspektasi. Dan kondisi dollar Amerika Serikat sendiri sudah mendapat tekanan dari ketidak pastian pemilu di negeri tersebut sehingga pasar global lebih minat aset safe haven seperti yen Jepang, Swiss franc dan emas.

Terpantau kini sebelum pasar Asia dibuka dollar masih bergerak sangat terbatas dan berpotensi masih menunjukkan pelemahannya terhadap beberapa rival utamanya. Terkecuali dengan aussie yang mendapat tekanan dari pelemahan harga minyak mentah.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews