PT SOLID GOLD BERJANGKA – Anjloknya Dollar AS Sesi Asia 19 September Untungkan Rival Utamanya

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Dollar AS di tengah perdagangan sesi Asia awal pekan (17/9) bergerak retreat oleh profit taking pasar yang kembali bersikap hati-hati jelang pengumuman Federal Rerserve AS untuk kebijakan moneternya yang diharapkan umumkan kebijakan yang mengangkat tinggi dollar AS.

Pekan lalu dollar berhasil cetak penguatan secara mingguan yang diakhiri dengan penguatan tinggi merespon data inflasi Amerika Serikat bulan Agustus yang meningkat dari periode sebelumnya bahkan dari ekspektasi. Kenaikan data ini memberikan kekuatan tambahan bagi harapan kenaikan fed rate dalam waktu dekat ini.

Hari ini pergerakan pasar forex minim penggerak fundamental yang kuat untuk semua mata uang utama global, data ekonomi yang dirilis pada sesi malam hanya data dari sektor properti yang diperkirakan menunjukkan data yang sama pada NAHB Housing MArket Index.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak lemah setelah awal perdagangan sesi Asia dibuka lebih tinggi pada posisi 96.04 dan kini bergerak pada posisi 95.88. Perdagangan sebelumnya dollar AS ditutup menguat 0,8 %. Dan untuk perdagangan selanjutnya diperkirakan akan kuat kembali setelah pasar Eropa dibuka.

Setelah menguat tajam terhadap beberapa mata uang utama pada Jumat lalu merespon data inflasi AS, dollar terlihat terkoreksi pada awal perdagangan Senin. Aksi ambil untung mewarnai pergerakan hari ini menggingat tidak adanya data ekonomi penting yang dirilis hari ini, serta mengantisipasi rapat kebijakan moneter Federal Reserve.

Sekilas pergerakan pasar hari ini:

Minyak mentah WTI dan Bursa Asia
Minyak menguat di perdagangan sesi Asia, memberikan sentimen positif ke bursa Asia yang terpantau menguat. Kenaikan harga minya dipicu oleh oleh komentar Venezuela yang mengatakan OPEC dan non-OPEC mendekati kesepakatan untuk menstabilkan harga minyak. Selain itu bentorkan yang terjadi di Libya juga mendorong harga minyak.

Emas dan Mata Uang
Pelemahan dollar membuat emas yang menyentuh level terendah dua pekan Jumat lalu berbalik menguat. Dollar terpantau melemah terhadap mayoritas mata uang utama, pelemahan dollar lebih lanjut berpotensi menguatkan emas, meski penguatan tersebut masih terlihat rentan.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di Calendar. Ringkasan serta data pergerakan pasar di perdagangan sebelumnya bisa dilihat di Daily Report.
PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG

SUmber : Vibiznews