SGB LAMPUNG – Mengamati perkembangan nilai tukar dollar AS pada pasar forex awal pekan (13/6), indeks dollar telah berhasil mengumpulkan tenaga untuk kembali ke posisi sebelum anjlok parah akibat data NFP dan pidato Janet Yellen. Terpantau pagi ini indeks dollar masih rally terhadap banyak rival utamanya kecuali terhadap kurs safe haven seperti yen dan swiss franc.

Penguatan dollar kali ini bukan bukan karena fundamentalnya yang kuat namun menopang pelemahan fundamental rival-rivalnya khususnya mata uang kawasan Eropa. Menyangkut buruknya fundamental kawasan Eropa tersebut, pasar global panik sehingga memburu aset safe haven seperti yen dan swissfranc.

Pelaku pasar keuangan global sedang mengkhawatirkan referendum Brexit, dimana per akhir pekan lalu poin jajak pendapat untuk Brexit bertambah sehingga semakin anjlokkan kurs pound Inggris ke posisi terendah dalam 4 bulan terhadap dollar AS.

Selain itu keuatan indeks dollar didapat dari anjloknya kurs komoditas pasca harga minyak mentah yang masih terpukul melanjutkan pelemahan akhir pekan lalu. Kurs komoditas seperti aussie, dollar Canada dan kiwi dollar melemah ketika harga minyak mentah terkoreksi kembali ke posisi dibawah kisaran harga US$50 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya, perdagangan forex dollar AS hari ini secara teknikal berpotensi untuk lanjutkan penguatan namun secara fundamental hari ini tidak ada data ekonomi yang menjadi katalis penggerak mata uang tersebut.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Amerika pagi ini naik hingga 0,1 persen setelah dibuka pada posisi 94,60 dan bergulir pada posisi 94,67. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS rebound hingga 0,6 persen.

http://vibiznews.com/2016/06/13/dollar-as-sesi-asia-13-juni-menguat-bukan-karena-fundamentalnya/