SGB LAMPUNG – Pergerakan nilai tukar dollar AS hingga perdagangan forex sesi Asia hari kedua pekan ini (14/6) masih melemah terhadap banyak rival utamanya setelah perdagangan sebelumnya di sesi Amerika alami tekanan. Terpantau pagi ini dollar hanya menguat terhadap poundsterling dan sepanjang hari diperkirakan melemah kembali oleh tekanan data ekonomi yang kurang menggembirakan.

Dollar anjlok parah hanya kepada kurs yen Jepang hingga terjun ke posisi terendah dalam 6 minggu, terhadap rival utama lainnya hanya rebound. Kurs komoditas seperti aussie, dollar Canada dan kiwi dollar berhasil rebound perdagangan awal pekan meskipun katalis penggerak utama mereka yaitu pergerakan harga minyak mentah semakin jauh meninggalkan kisaran harga US$50 per barel.

Mayoritas penguatan rival utamanya masih dipicu oleh sentimen ekspektasi Fed akan menunda kembali menaikkan suku bunganya pada pertemuan bulan ini. Salah satu ganjalan baru yang muncul ke permukaan akan ekspektasi tersebut dari kekhawatiran Inggris akan keluar dari Uni Eropa (brexit) pada referendum yanggal 23 Juni nanti.

Sentimen brexit itu juga yang membuat kurs poundsterling kembali terpukul keras terhadap dollar AS dan juga rival utama global lainnya. Sedangkan untuk penguatan euro, swissfranc dan juga yen terpicu oleh aksi investor global memburu safe haven merespon kepanikan yang terjadi di pasar keuangan.

Untuk pergerakan selanjutnya, perdagangan forex dollar AS hari ini secara teknikal masih ada potensi untuk rebound namun secara fundamental hari ini ada data ekonomi AS untuk kinerja sektor ritelnya yang diperkirakan menunjukkan data yang mngecewakan.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Amerika pagi ini turun hingga 0,01 persen setelah dibuka pada posisi 94,35 dan bergulir pada posisi 94,35. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS rebound hingga 0,4 persen.

http://vibiznews.com/2016/06/14/dollar-as-sesi-asia-14-juni-masih-babak-belur/