SOLID GOLD BEJANGKA LAMPUNG – Pergerakan nilai tukar dollar AS hingga perdagangan forex sesi Asia hari ketiga pekan ini (15/6) masih sangat pede melaju dan memimpin perdagangan pagi ini setelah perdagangan sebelumnya berhasil menjadi pemenang bersama dengan kurs safe haven seperti yen dan swissfranc. Sentimen brexit menjadi pendorong terangkatnya ketiga mata uang ini.

Dollar AS hanya tertekan terhadap kurs yen dan swissfranc, namun menguat sangat signfikan terhadap kurs euro dan poundsterling. Euro terjun ke posisi terendah 9 hari perdagangan dan pound anjlok ke posisi terendah dalam 10 minggu. Untuk kurs komoditas seperti aussie anjlok ke posisi terendah 9 hari perdagangan yang tertekan oleh retreat lanjutan harga minyak mentah.

Dollar berusaha meyakinkan pasar akan hasil pertemuan FOMC yang dimulai semalam dan akan berakhir malam ini dengan pengumuman posisi kebijakan moneter yang menggembirakan. Namun jika pernyataan Janet Yellen diakhir pertemuan malam nanti mengecewakan dipastikan dollar akan kembali jungkir balik.

Perdagangan semalam dollar AS mendapat tenaga tambahan dari data omset ritel Amerika Serikat yang dilaporkan diatas ekspektasi penurunan untuk periode bulan Mei lalu meskipun lebih rendah dari periode sebelumnya.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Amerika pagi ini naik kembali hingga 0,05 persen setelah dibuka pada posisi 94,91 dan bergulir pada posisi 94,94. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS rebound hingga 0,7 persen.

http://vibiznews.com/2016/06/15/dollar-as-sesi-asia-yakinkan-kebijakan-fed-menggembirakan/