Hasil gambar untuk dollar vs yuan

PT.SolidGoldSemarang~Dolar kembali mengikis kerugian minggu ini seiring kekhawatiran akan devaluasi China mereda dan rebound dalam penjualan ritel mengalihkan fokus kembali kepada masalah untuk kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi. Sementara itu, minyak mentah memperpanjang penurunan ke posisi terendah enam tahun.

Greenback stabil di level $ 1,1158 per euro pada pukul 08:56 pagi waktu Tokyo setelah rally hari Kamis menghentikan reli terpanjang mata uang umum ini sejak April. Dolar Selandia Baru turun setelah data penjualan ritel, sementara yuan untuk penjualan diluar China naik. Sedangkan indeks berjangka Asia bervariasi dalam perdagangan baru-baru ini, indeks Standard & Poor 500 berjangka turun 0,1 persen setelah indeks ini berfluktuasi. Minyak AS turun samai ke level $ 42 per barel, yang merupakan penurunan mingguan ketujuh.

Janji China untuk mengekang volatilitas dalam mata uang dan pertumbuhan penjualan ritel AS meyakinkan investor di tengah kekhawatiran penurunan tertajam yuan sejak tahun 1996 akan menggoncang pasar global dan dampak timeline untuk kebijakan pengetatan Federal Reserve. kekhawatiran devaluasi Yuan mengisyaratkan ekonomi Cina dalam kesulitan terus membuntuti harga minya mentah, berhubungan dengan bukti meningkatnya output ke bahan bakar menimbulkan kekhawatiran atas melimpahnya pasokan. Taiwan melaporkan pertumbuhannya hari ini, sementara Korea Selatan tidak dibuka.(sdm)

Sumber: Bloomberg
baca Disclaimer