Dovizioso Kecewa dengan Motor Ducati dan Puji Marquez – Solid Gold

SOLID GOLD LAMPUNG  РPebalap Ducati Andrea Dovizioso kecewa dengan performa motor Desmosedici GP19 di MotoGP Belanda di Sirkuit Assen pada Minggu (30/6). Start dari urutan ke-11, Dovizioso nyaris mendapat podium usai menyelesaikan balapan di peringkat keempat. Pebalap berusia 33 tahun tersebut mengatakan tidak bisa senang 100 persen dengan hasil tersebut.

“Posisi keempat tidak terlalu buruk, tapi selisih waktu kami terlalu besar dan saya tidak terkejut dengan itu. Kami tidak senang karena kami ingin lebih dari itu. Kami ingin kompetitif di kejuaraan ini,” kata Dovizioso seperti yang dikutip dari Crash. Dovizioso terpaut 14,147 detik dari pebalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales yang berhasil jadi juara.

Sementara podium kedua dan ketiga diisi pebalap Repsol Honda Marc Marquez dan pebalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo. “Dan lagi, Marc [Marquez, pebalap Repsol Honda] selesai di urutan kedua. Namun di luar itu, kecepatan balap yang ia tampilkan sangat baik. Jadi sekali lagi, hasil ini bukan yang terbaik bagi kami,” ucap Dovizioso.

“Sama sekali tidak buruk dengan selesai di urutan keempat. Akan tetapi, poinnya adalah selisih waktu kami dengan peringkat pertama. Itu adalah realitas,” ucapnya menambahkan. Di Sirkuit Assen, Dovizioso melihat sejumlah kendala yang dialami motor Desmosedici GP19. Terutama dalam hembusan angin kencang yang menyulitkan dia dalam balapan.

“Ketika Anda mengubah arah dengan kecepatan tinggi, motor kami bekerja kurang baik. Ada tikungan panjang di mana Anda harus membuat kecepatan yang tepat, dan itu kami kurang baik di situ,” ujar Dovizioso. Lebih lanjut, Dovizioso memperkirakan Vinales mampu mencatat 1 menit 33,7 detik di putaran 20.

Sedangkan Dovizioso mengira mencatat kecepatan maksimal satu menit 34,8 detik di dua putaran terakhir. “Jadi poin ini yang membuat kami tidak bisa begitu senang. Ketika ada Marc, situasi jadi lebih buruk. Karena dia selalu ada di urutan pertama, kedua, atau ketiga,” tutur Dovizioso.

“Dan dalam beberapa seri balapan, kami tidak bisa meraih podium sehingga kami kehilangan poin. Kita lihat apa yang bisa kita perbuat di Sachsenring dan setelahnya,” tuturnya melanjutkan. Seri balapan MotoGP selanjutnya bakal digelar di Jerman pada 7 Juli. Dovizioso memperkirakan balapan tersebut tidak akan berlangsung dengan mudah.

“Saya pikir lintasan balap di Jerman belum tentu menguntungkan kami, tapi Anda tahu pilihan ban berdampak besar. Jadi kita tidak akan pernah tahu seperti apa hasilnya, kita lihat nanti. Di samping itu, tak hanya Marc, sirkuit di Sachsenring akan sulit dikuasai bagi para pebalap lain,” terang Dovi.

“Saya memperkirakan Yamaha dan Suzuki akan sangat kuat, khususnya di tikungan. Ini tidak akan mudah, tapi Anda pun tahu setiap pekan memiliki cerita yang berbeda. Dan saya perlu tampil lebih baik di lintasan ini,” pungkasnya.¬†– SOLID GOLD

sumber : cnnindonesia