Ekonomi Amerika Serikat Membaik, Bursa MenguatPT.SolidGoldSemarang — Saham-saham Amerika Serikat ditutup dengan sedikit perubahan pada hari Selasa waktu setempat setelah pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ke III melebihi ekspektasi sebelumnya.

Seperti dilansir Reuters, pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat pada kuartal III 2014 mengalami penguatan dibandingkan yang diproyeksikan sebelumnya, namun fakta lain menunjukkan bahwa consumer confidence menurun selama lima bulan terakhir serta harga rumah yang stagnan secara terus menerus menahan kinerja bursa.

Implikasinya hanya sebanyak 6,1 miliar saham diperdagangkan pada hari Selasa kemarin. Angka ini dibawah rata-rata harian pada November 2014 dimana sebanyak 6,36 miliar saham berpindah tangan. Bursa saham Amerika Serikat akan ditutup pada hari Kamis karena perayaan thanksgiving dan akan buka setengah hari keesokannya.

The Dow Jones industrial average turun sebesar 2,96 poin atau 0,02 persen ke angka 17.814,94. Indeks S&P 500 juga turun sebanyak 2,38 poin atau 0,12 persen ke angka 2.067,03. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 3,36 poin atau 0,07 persen ke angka 4.758,25.

Setelah mencapai rekor tertinggi pada penutupan senin kemarin, indeks S&P juga mencatat rekor intra hari baru dimana angkanya mendekati 2.075 dan juga memperlihatkan kinerja baik selama 12 dari 15 sesi terakhir. Angka intra hari S&P meningkat sebesar 13,5 persen dari catatan intra hari terlemah yang terjadi pada bulan oktober yang lalu.

Saham-saham energi kembali menjadi saham terlemah dengan penurunan nilai sebanyak 1,6 persen. Harga futures minyak mentah Amerika Serikat juga turun sebesar 2,5 persen mendekati angka terendah selama empat tahun terakhir menjelang pertemuan OPEC pada hari Kamis mendatang yang kemungkinan juga akan membahas pemangkasan produksi minyak.

Nilai saham Exxon Mobil turun 1 persen ke angka US$ 94.78. Selain itu, nilai Chevron juga turun sebesar 1,2 persen ke angka US$ 116,15.

Sementara itu, nilai saham Apple sempat melonjak menjadi US$ 119,75 per lembar saham seiring dengan pencapaian kapitalisasi pasar korporasi yang akan mencapai US$ 700 miliar. Namun, Apple kemudian ditutup melemah sebesar 0,9 persen di angka US$ 117,60.
(ags/ags)

sumber CNN Indonesia