SGB LAMPUNG – Ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang moderat di sebagian besar negara itu sejak pertengahan April, menyebabkan pasar tenaga kerja menguat, lapangan pekerjaan bertambah dan upah membaik, demikian laporan Fed kemarin. Pengambil keputusan yang tergabung dalam Federal Open Market Committee akan bertemu di Washington tanggal 14-15 Juni mendatang . Setelah menaikkan suku pada bulan Desember, panitia telah menolak keras kenaikan kedua karena kekhawatiran pertumbuhan global dan gejolak pasar keuangan.

Istilah yang digunakan dalam Beige Book yang keluar Rabu kemarin, untuk menggambarkan keuntungan dalam pertumbuhan secara keseluruhan, belanja konsumen, tenaga kerja, permintaan kredit dan jasa keuangan adalah “sederhana” dan “moderat”. Hasil manufaktur dilaporkan sebagai campuran, sedangkan industri energi, masih sakit dan tetap lemah.

Di antara 12 distrik Fed, Chicago dan Kansas City melaporkan perlambatan pertumbuhan, sementara Dallas mengatakan ekonomi tumbuh “sedikit.” New York ditandai kegiatan sebagai “umumnya datar.” Negara-negara bagian lain melaporkan pertumbuhan moderat atau sedang.

Beberapa distrik melaporkan meningkatnya permintaan untuk tenaga kerja, khususnya bagi pekerja terampil tinggi. Atlanta dan Richmond mencatat bahwa posisi berketerampilan rendah juga menjadi sulit untuk diiisi.

Laporan, yang disiapkan oleh Minneapolis Fed tersebut didasarkan data dan informasi yang dikumpulkan sebelum 23 Mei yang merangkum komentar yang diterima dari bisnis dan kontak lain di luar sistem Fed. Departemen Perdagangan melaporkan Selasa bahwa belanja konsumen pada bulan April naik paling baik hampir tujuh tahun.

http://vibiznews.com/2016/06/02/ekonomi-as-tumbuh-moderat/