SGB LAMPUNG – Komentar baru-baru ini dari Gubernur Janet Yellen yang mempertahankan kenaikan tingkat bunga dalam perencanaan tahun ini tidak cukup menahan momentum kenaikan harga emas dengan harga emas mengalami kenaikan yang kuat dalam minggu kedua.

Minggu lalu harga emas terus mendapatkan keuntungan dari perubahan perkiraan kenaikan tingkat bunga. Suatu tren yang dimulai sejak kekecewaan yang besar terhadap laporan employment AS di bulan Mei yang menunjukkan hanya 38.000 pekerjaan yang diciptakan pada bulan lalu.

Emas berjangka Comex bulan Agustus terakhir diperdagangkan di $1,275.50 per ons, naik 2.4% selama seminggu. Namun, kenaikan perak lebih mengesankan dengan harga melompat diatas $17 per ons. Perak berjangka Comex bulan Juli diperdagangkan di $17.335 per ons, naik 5.6% selama seminggu yang lalu.

Dalam survei minggu lalu, 57% professional pasar dan 51% investor ritel berkata “bullish” terhadap emas dan mereka benar. Emas bulan Agustus naik $30.60 atau 2.2% selama seminggu menjadi $1.273.50 per ons.

Minggu ini, 21 analis dan trader mengambil bagian dalam survei professional pasar yang dilakukan Kitco, 13 atau 62% berkata mereka “bullish” terhadap emas. Hanya 3 atau 14% berkata “bearish” sementara 5 atau 24% netral.

Sementara itu, Kitco’s online and Twitter survey menerima 852 respon, dengan 633 responden atau 74% berkata mereka “bullish” terhadap emas minggu ini, dan hanya 138 atau 16% “bearish” sedangkan 81 atau 10% netral.

Richard Baker, editor Eureka Miner Report mengatakan, “susah membayangkan kondisi yang lebih baik untuk kenaikan emas dalam jangka pendek seperti sekarang – imbal hasil obligasi global berada pada tingkat terendah, ketidak pastian Brexit, penurunan pertumbuhan global dan kekacauan pemilu di AS. Untuk minggu ini targetnya emas akan menjadi $1,290 per troy ons.

Adrian Day, ketua dan CEO dari Adrian Day Asset Management, memberikan komentar bahwa emas telah menunjukkan “ketangguhan yang luarbiasa”, terutama mempertimbangkan secara kalendar emas sedang berada pada periode musiman yang secara tradisional lemah.

http://vibiznews.com/2016/06/13/emas-minggu-lalu-dan-minggu-ini-13/