PT Solid Gold SMG-Euro tetap berada pada level terendahnya pasca melemah kemarin, bersama dengan Purchasing Managers Index (PMI) yang akan dirilis besok diperkirakan akan menunjukkan kinerja sektor manufaktur di zona Eropa tersebut mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 16 bulan terakhir, mendorong ECB untuk mengeluarkan stimulus lebih.
Euro turun tajam dalam sepekan terakhir terhadap dolar kemarin seiring miliarder hedge-fund David Tepper mengatakan investor harus menjual Euro karena kebijakan Bank Sentral Eropa. Dolar Australia jatuh terhadap 16 mata uang yang paling diperdagangkan sebelum rilis data yang diperkirakan akan menunjukkan laju inflasi melambat pada kuartal terakhir. Dolar sedikit stagnan pekan ini terhadap mata uang utama menjelang rilis laporan yang mungkin menunjukan harga konsumen mengalami stagnasi pada bulan September pasca turun bulan sebelumnya.

Euro berada di level $1,2714 pukul 08:51 pagi di Tokyo pasca jatuh sebesar 0,7 persen kemarin ke level $1,2716, penurunan terbesar sejak 14 Oktober. Euro sedikit berubah di level 136,04 yen, setelah jatuh 0,6 persen kemarin. Dolar dibeli pada level 107,05 yen setelah menguat 0,1 persen dalam dua hari sebelumnya ke level 107 yen.

Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang 10 mata uang utama, sedikit berubah pada level 1,064.77. (izr)

Sumber: Bloomberg

baca Disclaimer