PT.SolidGoldSemarang~Euro turun pada hari Selasa ke level sebulan terendah terhadap dolar seiring melemahnya data ekonomi dari seluruh dunia membantu mendukung penguatan greenback menjelang laporan pekerjaan AS, Jumat.

Mata uang bersama Eropa jatuh ke level terendah dari level $ 1,0719, yang merupakan level terendah sejak 3 Desember lalu, ketika menghapuskan penurunan dalam sebulan setelah Bank Sentral Eropa menyampaikan paket langkah-langkah stimulus yang kurang komprehensif daripada harapan para investor. Memangkas kerugian untuk perdagangan di level $ 1,0746 pada penutupan hari Selasa di New York, dibandingkan dengan level sebelummnya $ 1,0826 pada penutupan kemarin di New York.

Menambah tekanan pada mata uang bersama tersebut terhadap tingkat inflasi zona euro, yang menunjukkan harga di wilayah tersebut naik hanya 0,2 % di bulan Desember, tingkat lebih rendah dari perkiraan ekonom.

Kekhawatiran di pasar China mendorong penurunan pasar mata uang selama minggu ini. Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi di China membantu mendukung penguatan dolar terhadap euro, sementara secara bersamaan mendorong lebih rendah terhadap yen untuk kedua kalinya secara berturut-turut meskipun upaya pejabat China untuk meningkatkan pasar dengan memberikan dana sebesar 130 miliar yuan ($ 19.9 miliar) dana jangka pendek ke dalam sistem keuangan negara.

Yen menguat terhadap dolar, memperpanjang keuntungan dari hari Senin, seiring para investor untuk mata uang sebagai aset haven bertahan. Dolar jatuh ke level ¥ 119,03, turun dari level sebelumnya 119,30 ¥ pada penutupan hari Senin di New York.

Yuan China naik setelah bank sentral negara tersebut melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang mata uangnya. Dolar diperdagangkan sebesar 6,5209 yuan, turun dari level 6,5377 yuan kemarin.

Pound turun ke level $ 1,4668 dari level sebelumnya $ 1,4716 kemarin.

Indeks Dollar naik 0,5 % ke level 99,3960, berada di jalur kenaikan untuk sesi keenam. (knc)

Sumber : Market Watch
baca Disclaimer