Outlook Fundamental
Dari sisi EUR, pekan lalu ada beberapa data penting yang memposting hasil mengecewakan, yakin Ifo Business Climate Jerman, Preliminary CPI m/m Jerman dan CPI Flash Estimate y/y zona Euro. Rilis data-data tersebut menambah beban kekhawatiran terhadap prospek pemulihan ekonomi pasca krisis 2008 di kawasan mata uang tunggal Uni Eropa tersebut. Sebagai ilustrasi, grafik CPI Flash Estimate y/y (year-on-year) zona Euro di bawah ini yang cenderung mengalami penurunan, setidaknya dapat memberikan gambaran yang menunjukkan makin melemahnya inflasi di kawasan Euro dari periode Januari hingga Oktober 2014.
CPI_FE_Euro_2014

CPI_FE_Euro_2014

Dari sisi USD, keputusan the Fed dari hasil FOMC pekan lalu memang terasa berbeda, mengingat bahwa akhirnya the Fed mengakhiri secara resmi program stimulus (Quantitative Easing) yang dimulai sejak November 2008 yang lalu. Pada dasarnya market sudah memprediksi hal ini, termasuk soal sikap kehati-hatian the Fed terkait kebijakan suku bunga mengingat prospek pertumbuhan ekonomi global yang tidak terlalu menggembirakan, namun atmosfirnya terasa lebih berbeda karena mengakhiri program stimulus adalah juga berarti bahwa pemulihan ekonomi AS pasca krisis ekonomi 2008 memang sedang berada dalam proses yang berkelanjutan.

Data fundamental AS lainnya, yakni data Advance GDP q/q dan Revised UoM Consumer Sentiment yang memposting angka positif juga makin menambah optimisme yang mendukung Greenback, walaupun data lainnya memberikan indikasi bahwa ekonomi domestik sedang mengalami perlambatan.

Beberapa paragraf tersebut di atas menjadi gambaran perbedaan sentimen terhadap Euro dan USD, dimana sentimen positif pekan lalu memang lebih berpihak pada Dolar AS terutama pasca FOMC, GDP dan Consumer Sentiment. Namun minggu berikutnya kekuatan Greenback masih akan diuji lewat rilis data PMI di sektor manufaktur dan finalnya adalah data NFP yang dipastikan akan menjadi fokus market berikutnya. Sementara dari sisi EUR, Economic Forecast Uni Eropa dan ECB Press Conference juga tak kalah menarik untuk dicermati.

Outlook Teknikal
Keengganan market untuk bertahan di atas 1.2790 jelas terlihat pada chart Weekly, dimana dua buah candle dengan spike upper shadow setidaknya mencerminkan hal tersebut. Indikator RSI pun terlihat enggan untuk meninggalkan area negatifnya dan terlihat pointing-down di bawah level value 40. Meski demikian, support 1.2499 (Low 3 Oktober pada chart Daily) untuk sementara ini masih bertahan, walaupun pekan lalu EUR/USD sempat mencetak Low 1.2485.
EURUSD_W_20141103

Menjelang berakhirnya sesi London pada akhir pekan lalu, Market Talks menyebut bahwa posisi short-term buyers yang masih aktif di kisaran 1.2500 dan 1.2490 untuk target 1.2550 dan 1.2540, dengan stop reverse di bawah 1.2480. Sebaliknya, disebutkan juga bahwa pending order sell limit yang valid hingga tanggal 3 November berada di kisaran 1.2560 dan 1.2575 untuk target 1.2490 dan 1.2500 dengan level stops di atas 1.2585.

Pada sisi upside, di atas 1.2790 dibutuhkan untuk mengurangi tekanan bearish yang sekaligus membuka jalan korektif upside skala Weekly untuk berhadapan dengan 1.3019 (50% retracement). Sebaliknya pada sisi downside, di bawah 1.2499/85 berpotensi memicu aksi sellers untuk menguji support 1.2287

baca Disclaimer