Analisa Fundamental GBP/USD 8 – 12 September

Pada sisi GBP minggu lalu, kecuali rilis data PMI Manufaktur yang negatif, data-data PMI lainnya memberi gambaran adanya ekspansi di sektor industri konstruksi (Construction PMI) dan sektor jasa (Services PMI) dengan memposting angka indeks yang positif melebihi ekspektasi market. Selain itu minggu lalu BOE tetap mempertahankan kebijakan suku bunga dan program pembelian aset di bursa obligasi. Faktor eksternal yang menekan Poundsterling terhadap Dolar AS adalah referendum Skotlandia yang rencananya akan dijadwalkan pada tanggal 18 September mendatang.

Beberapa analis berpendapat bahwa ada perbedaan ekspektasi terhadap kebijakan moneter antara BOE dan the Fed, meskipun sebenarnya perbedaan tersebut bisa dikatakan tipis mengingat bahwa fundamental ekonomi Inggris pada dasarnya jauh lebih baik ketimbang data-data fundamental di negara-negara kawasan mata uang tunggal Euro. Perbedaan tersebut adalah tentang ekspektasi kenaikan suku bunga, di mana the Fed diperkirakan akan lebih cepat menaikkan suku bunga daripada BOE. Kondisi ini tentu menjadi pertimbangan khusus bagi investor dan market. Beberapa analis berpendapat, Poundsterling masih akan tertekan lebih lanjut terhadap Dolar AS, kecuali apabila ada perkembangan baru pada pertemuan MPC – BOE berikutnya yang dapat menentukan kebijakan moneter berkaitan dengan suku bunga acuan bank. Sejauh ini untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 3 tahun, dari 9 orang anggota komisi penentu kebijakan moneter BOE, ada 2 orang pejabat komisi yang berpendapat bahwa BOE memerlukan kenaikan suku bunga.

Pada sisi USD, neraca perdagangan ekspor/impor (Trade Balance) dan PMI Non-Manufaktur  menunjukkan kinerja positif, namun pertumbuhan sektor tenaga kerja perusahaan swasta (ADP Non-Farm Employment Change) dan NFP justru memperlihatkan angka negatif berada di bawah ekspektasi market, meskipun tingkat pengangguran (Unemployment Rate) memposting angka yang sejalan dengan prediksi market.  Hal ini jelas akan menjadi bahan pertimbangan the Fed dalam pertemuan FOMC berikutnya mengingat bahwa pasar tenaga kerja telah dijadikan faktor penentu oleh the Fed yang dapat memicu percepatan kenaikan suku bunga.

Situasi ini dalam jangka pendek tentu akan mempengaruhi sentimen market terhadap pasangan mata uang GBP/USD. Secara keselurahan outlook fundamental USD pada dasarnya telah menunjukkan pertumbuhan yang positif di jalur pemulihan ekonomi. Beberapa analis berpendapat, data NFP yang mengecewakan akan memberi dampak konsolidasi GBP/USD dalam beberapa hari ke depan sambil menunggu rilis data ekonomi penting berikutnya.

Data fundamental penting yang akan dirilis 8 – 12 September adalah sebagai berikut:
Euro  – German Trade Balance
Euro  – French Industrial Production m/m
Euro  – German 10-y Bond Auction
Euro  – ECB Monthly Bulletin
Euro  – Spanish HPI q/q
Euro – Industrial Production m/m
Euro – ECOFIN Meetings
US – Treasury Sec Lew Speaks
US  – JOLTS Job Openings
US – Unemployment Claims
US – Retail Sales
US – Prelim UoM Consumer Sentiment