GBP/USD 8 – 12 September : Analisa Teknikal

GBP/USD chart Weekly pada dasarnya masih berada dalam kondisi bias bullish selama harga bergerak di atas WMA 100 (Weekly Moving Average periode 100), namun momentum bullish pada skala Weekly terus menerus memudar karena saat ini indikator RSI bergerak pointing-down di area negatif yang ikut mempertegas breakout dari lintasan Rising Channel yang menjadi lintasan reli uptrend sejak Juli 2013 hingga Mei 2014. Kondisi yang semakin membebani Poundsterling terlihat pada candle Weekly minggu lalu yang membentuk  Bearish Engulfing dan berhasil menyentuh 38.2% retracement  (1.6282) yang berisiko penurunan lebih lanjut mengancam WMA 100 (1.6080) dan 50% retracement (1.6005).

Ketika NFP memposting angka di bawah ekspektasi market, beredar rumor/market talks yang menyebut adanya posisi buyers di level harga 1.6325 dan 1.6290 untuk target 1.6375 dengan stops reverse di bawah 1.6285, sementara posisi sellers sudah menunggu (pending order) di level harga 1.6395 dan 1.6425 untuk target 1.6235 dengan level stops di atas 1.6435. Posisi sellers berikutnya (pending order) juga disebutkan berada di posisi 1.6450 dan 1.6485 untuk target 1.6390 dengan level stops berada di atas 1.6500.

GBPUSD_8-12September
Pada chart Daily, terlihat cukup jelas bahwa GBP/USD berada dalam kondisi bias bearish dengan harga yang cenderung terus bergerak di bawah cloud Ichimoku, namun spike lower shadow pada candlestick hari Jumat pekan akan dapat berisiko bouncing korektif dalam jangka pendek untuk berhadapan dengan resisten minor 1.6439.

Secara teknikal, break atau closing di atas 1.6439 akan mengkonfirmasi konsolidasi korektif jangka pendek dalam range yang cukup lebar pada pair ini yang juga dapat mengancam resisten 1.6535. Sebaliknya pada sisi downside,  Bearish Engulfing pada chart Weekly harus diwaspadai karena umumnya akan berdampak downside lebih lanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Data Fundamental 8 – 12 September

Komentar gubernur BOE, Mark Carney, dan produksi manufaktur (Manufacturing Production) akan menjadi fokus market berikutnya. Sementara di sisi USD, Retail Sales dan Consumer Sentiment juga akan menjadi fokus market yang dapat berimplikasi pada volatilitas GBP/USD.