Gerhana Bulan Total dan Supermoon di Januari ini, Ayo Nonton Via Online! – Solid Gold Berjangka

Solid Gold Berjangka Lampung – Di Januari ini terdapat sebuah fenomena alam akan terjadi, yakni gerhana bulan total dan juga supermoon. Kedua fenomena alam ini disebut akan berpadu menjadi satu. Bulan, Bumi, dan matahari akan berada pada satu garis akhir pekan ini untuk peristiwa Gerhana Bulan Total tahun ini dan tahun depan.

Pada saat yang sama, Bulan akan berada pada posisi yang begitu dekat dengan Bumi dan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya, atau yang dikenal dengan fenomena Supermoon. Gerhana Bulan tersebut akan mulai pada Minggu malam atau Senin dini hari, tergantung pada lokasi, dan akan berlangsung sekitar tiga jam.

Fenomena ini akan mulai dengan Gerhana Bulan Sebagian pada Minggu 20 Januari sekitar pukul 22.34 EST (kawasan pesisir timur Amerika). Saat itu, bayang-bayang Bumi mulai menutupi Bulan. Gerhana Bulan Total yang terjadi saat bayangan Bumi menyelimuti Bulan sepenuhnya, akan berlangsung di hari yang sama selama 62 menit, mulai jam 23.41 EST.

Tak Bisa Dilihat di Indonesia
Sayangnya, fenomena unik hanya bisa disaksikan langsung oleh mereka yang berada di Amerika Utara dan Selatan, serta beberapa bagian kecil dunia, kecuali Asia Timur Raya dan Australia.

Meski begitu, sebagaimana dikutip dari Space.com via Tekno Liputan6.com pada Sabtu (19/1/2019), faktor cuaca diperkirakan akan menggangu sebagian besar orang dalam menyaksikan Supermoon Darah. Terlebih belahan Bumi utara masih berada dalam musim dingin.

Jika masalah cuaca, lokasi, atau mobilitas menghalangi Anda menonton langsung persitiwa gerhana bulan total tersebut, jangan khawatir: Banyak siaran web yang akan menyiarkannya.

Layanan teleskop online Slooh akan memulai cakupannya pada hari Minggu, pukul 22.30 waktu AS, atau pukul 10.30 WIB keesokan harinya di Indonesia dan sebagian besar wilayah Asia.

“Kami menyiarkannya secara langsung sehingga orang-orang dari seluruh dunia, tidak peduli lokasi geografis mereka, dapat menyaksikan fenomena ini bersama-sama,” kata ilmuwan di Slooh, Paige Godfrey, dalam sebuah pernyataan pers.

Godfrey dan astronom Paul Cox, ditambah narator Helen Avery, akan membahas dampak sains dan budaya gerhana bulan selama siaran web tersebut.

Selain itu, lembaga kurasi sains Exploratorium yang berbasis di San Francisco, akan menyediakan siaran langsung pengamatan Supermoon Darah via Facebook, pada hari dan jam serupa.

“Exploratorium akan menyiarkan pemandangan teleskop bulan langsung dari Dermaga 15 di San Francisco, Embarcadero,” ujar perwakilan museum terkait, seraya menyebut operasional akan ditangguhkan selama siaran.

Sementara itu, Proyek Teleskop Virtual yang digagas oleh astronom Italia Gianluca Masi, bekerja sama dengan para ahli astrofotografi untuk menyajikan siaran langsung serupa. Siaran langsung ini akan direkam dari AS dan Panama. – Solid Gold Berjangka

sumber : merdeka