SGB LAMPUNG – Harga emas naik tipis ke dua minggu pada akhir perdagangan hari Senin, setelah ketua Federal Reserve AS Janet Yellen mengatakan masih mengharapkan kenaikan suku bunga AS.

Pada hari Senin, Yellen mengatakan kenaikan suku bunga kemungkinan besar karena “kekuatan ekonomi positif telah melebihi negatif” bagi Amerika Serikat, meskipun data pekerjaan lemah.

Logam mulia telah rally 2,8 persen pada hari Jumat setelah data pekerjaan AS lemah mengejutkan yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dari the Fed.

Harga emas spot naik 0,1 persen pada $ 1,245.31 per ons, setelah naik ke level tertinggi sejak 24 Mei di $ 1,248.40 per ons. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik 0,41 persen pada $ 1,245.20 per ons.

Emas yang telah memperoleh sekitar 17 persen tahun ini, telah berada di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir karena komentar dari petinggi bank sentral AS, termasuk Yellen, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Pada hari Jumat, kepemilikan emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, yang didukung exchange-traded fund, naik ke level tertinggi sejak Oktober 2013.

Perak berjangka naik 0,67 persen pada $ 16,48 per ons, platinum berjangka naik 1,6 persen pada $ 997,30 dan paladium berjangka adalah 1,58 persen lebih tinggi pada $ 558,05.

Harga emas berpotensi naik dengan sentimen menurunnya harapan kenaikan suku bunga AS. Namun akan dicermati pergerakan dolar AS yang jika menguat dapat menekan harga emas. Harga emas diperkirakan menembus kisaran Resistance $ 1,247-$ 1,249, dan jika harga turun akan menembus kisaran Support $ 1,243-$ 1,241.

http://vibiznews.com/2016/06/07/harga-emas-naik-tipis-setelah-pidato-yellen/