SGB LAMPUNG – Harga Emas menurun pada akhir perdagangan Kemarin (26 Mei), tepat di atas 7 minggu terendah sesi sebelumnya ditopang oleh komentar hawkish dari Presiden Federal Reserve Amerika Serikat.

Kenaikan suku bunga Amerika mungkin datang “CUKUP SEGERA” jika data yang benar mengkonfirmasi ekonomi terus berkembang dan pasar tenaga kerja masih ketat, kata Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, pemilih tetap di komite tingkat-pengaturan Fed.

Harga emas spot berakhir turun $ 1,220.18 per ons. Emas telah jatuh ke level terendah sejak 6 April di $ 1,217.25 pada hari Rabu. Sedangkan harga emas berjangka Amerika berakhir turun $ 1,220.40 per ons.

Sebelumnya, dollar telah memperpanjang kerugian, dan emas menguat setelah data menunjukkan pesanan barang tahan lama diproduksi Amerika melonjak pada bulan April. Prospek kenaikan suku bunga, seperti yang ditunjukkan oleh risalah pertemuan The Fed Amerika yang diterbitkan minggu lalu, dan penguatan dollar telah mendorong emas turun lebih dari 5% sepanjang Mei, menempatkan jalur untuk penurunan bulanan terbesar sejak November.

Pasar akan memantau komentar Ketua Fed Janet Yellen pada event panel yang diselenggarakan oleh Universitas Harvard pada hari Jumat. Di Asia, impor emas atas konsumen Tiongkok melalui jalur utama Hong Kong turun pada bulan April dari tinggi tiga bulan di bulan sebelumnya, data menunjukkan hari Kamis.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot naik menjadi $ 16,29 per ons, platinum spot naik menjadi $ 989,99 dan paladium spot menjadi $ 540,15.

Harga emas berpotensi lanjutkan penurunan dengan sentimen kenaikan suku bunga Amerika bulan Juni. Harga emas diperkirakan menembus Support $ 1,218-$ 1,216, dan jika harga naik akan menembus Resistance $ 1,222-$ 1,224.

http://vibiznews.com/2016/05/27/harga-emas-merosot-terpengaruh-komentar-hawkish-the-fed/