SOLIDGOLD – Harga Emas Turun Tertekan Profit Taking, Sentimen Bullish Membayangi

SOLIDGOLD LAMPUNG – Harga emas tergerus tipis pada hari Rabu, namun analis pasar masih berharap akan adanya peningkatan harga emas dengan melihat pelemahan nilai dollar Amerika Serikat dan sinyal peningkatan permintaan emas fisik.

Emas berakhir turun pada akhir perdagangan Kamis dinihari tadi, tertekan oleh profit taking setelah harga emas naik mencapai tertinggi tiga minggu pada sesi sebelumnya.

Harga emas saat penulisan diperdagangkan di kisaran $1,266 dengan level support di $1,265 dan resisten di $1,267. sementara itu spot emas melemah 0.5 % di $1,266.62 per troi ons setelah sempat menyentuh level $1,276.67 kemarin, level ini merupakan level tertinggi sejak tanggal 5 Oktober 2016.

Potensi penguatan harga emas dalam jangka waktu dekat ini juga dapat dipicu oleh pelemahan indeks dollar Amerika Serikat pada hari Selasa kemarin. Indeks dollar menurun ke kisaran 98.600 setelah sempat naik pada hari Selasa kemarin di 99.119. Sementara itu, dari India, permintaan emas fisik semakin meningkat menjelang festival Hindu, Diwali dan Dhanteras. Sementara ini, investor masih akan menantikan pertemuan Federal Reserve selanjutnya di bulan November terkait perkembangan peningkatan suku bunga Amerika Serikatyang direncanakan akan terjadi di akhir tahun ini.

Pasar juga akan memantau hasil pemilu Amerika Serikat 2016 tanggal 8 November 2016, yang beropotensi menggerakkan harga dollar Amerika Serikat dan harga emas terkait kepada iklim perekonomian AS setelah terpilihnya presiden AS yang baru. Sebagian besar pasar mempercayai bahwa kemenangan Hillary Clinton akan membawa perekonomian Amerika Serikat ke arah yang lebih menjanjikan. Harga emas spot turun sekitar 0,5 % pada $ 1,266.62 per ons. Pada sesi sebelumnya, mencapai $ 1.276,67, tertinggi sejak 5 Oktober.

Sedangkan harga emas berjangka Amerika Serikat berakhir turun 0,5 % pada $ 1,266.60 per ons.

Namun emas memiliki potensi untuk naik lagi lebih tinggi dalam jangka pendek setelah retreat dolar Amerika Serikat dari dekat level tertinggi sembilan bulan, meningkatnya nafsu makan dari spekulan, dan meningkatnya permintaan fisik serta pelemahan sebagian besar bursa global.

Indeks dolar tergelincir setelah naik setinggi 99,119 pada hari Selasa, level tertinggi sejak 1 Februari, sebagian besar didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada bulan Desember.

Diperkirakan permintaan emas meningkat menjelang festival India bulan ini seperti Dhanteras dan Diwali, saat emas secara tradisional diberikan sebagai hadiah.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, naik 0,34 % menjadi 956,83 ton pada hari Selasa dari 953,56 ton pada hari Senin.

Dalam logam mulia lainnya, platinum naik 0,56 % menjadi $ 968,40 per ons setelah pengupas keuntungan dari intraday tinggi $ 970,80, terkuat sejak 10 Oktober.

Perak turun 0,62 % menjadi $ 17,67 per ons, sementara paladium turun 0,44 % menjadi $ 630,20.

Diperkirakan harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan mundurnya dollar Amerika Serikat, meningkatnya permintaan dan pelemahan bursa globl. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,269 -$ 1,271, sedangkan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,265-$ 1,263.
SOLIGOLD

Sumber : Vibiznews