SGB LAMPUNG – Harga Emas sedikit berubah pada akhir perdagangan hari Kamis karena dolar AS berbalik positif setelah Bank Sentral Eropa mengatakan hanya membuat penyesuaian atas marjinal proyeksi inflasi, sementara investor tetap berhati-hati menjelang data tenaga kerja AS.

Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga tidak berubah dan Presiden ECB Mario Draghi mengatakan inflasi kemungkinan akan tetap sangat rendah atau negatif dalam beberapa bulan ke depan.

Harga emas spot turun 0,1 persen pada $ 1,210.96 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,2 persen pada $ 1,212.60.

Investor saat ini akan fokus pada berita nonfarm payrolls AS data pada hari Jumat. Pembacaan mantap bisa meningkatkan harapan untuk suku bunga bergerak AS pada awal pertemuan kebijakan 14-15 Juni Federal Reserve.

Pada hari Kamis, euro turun sementara harga saham di pasar utama jatuh di dekat posisi terendah satu minggu dan indeks dolar AS muncul sekitar 0,05 persen. Data menunjukkan gaji swasta AS meningkat kurang dari yang diperkirakan 173.000 pada bulan Mei.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, naik 0,24 persen menjadi 870,74 ton pada hari Rabu, tertinggi sejak November 2013.

Harga perak spot naik 0,5 persen menjadi $ 16,01 per ons, setelah tergelincir ke $ 15,77 pada hari Rabu, terendah sejak 12 April. Harga platinum spot turun sebanyak 1,4 persen pada $ 953, terendah sejak 8 April, sementara paladium turun 2,1 persen menjadi $ 533,23.

Harga emas masih berpotensi tertekan dengan sentimen penguatan kenaikan suku bunga AS bulan Juni atau Juli. Harga emas diperkirakan menembus kisaran Support $ 1,209-$ 1,207, dan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 1,213-$ 1,215.

http://vibiznews.com/2016/06/03/harga-emas-turun-tipis-setelah-keputusan-ecb/