SGB LAMPUNG – Harga kakao berjangka ICE Futures pada last trade Kamis dinihari (26 MEI) ditutup turun dan harga Kakao berjangka turun, setelah Organisasi Internasional Kakao menaikkan estimasi berapa banyak permintaan akan melebihi pasokan baru tahun ini, tetapi masih di bawah ekspektasi analis lainnya.

Perusahaan mengatakan kekurangan produksi yang lebih tinggi, Cargill memperkirakan defisit 160.000 ton. Analis memperkirakan produksi untuk mengankat tahun berikutnya dan beberapa memprediksi surplus.

Di akhir perdagangan Selasa dini hari, kontrak Juli 2016 yang merupakan kontrak paling aktif. Terpantau ditutup dengan mencatatkan pelemahan. Harga komoditas tersebut ditutup turun sebesar -29 dollar atau -0,98% pada posisi 2.924 dollar/ton.

Nanti malam akan dirilis data Durable Goods Order dan Pending Home Sales yang diindikasikan menurun. Jika hasil ini terealisir akan melemahkan dollar Amerika.

Harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan menguat telah dibatasi dengan potensi pelemahan dollar Amerika.

Untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk melewati level Resistance pada posisi 2.970 dollar. Jika level Resistance berhasil dilewati, level selanjutnya adalah 3.020 dollar. Sedangkan level Support yang akan dilewati jika terjadi penurunan ada pada 2.870 dan 2.820 dollar.

http://vibiznews.com/2016/05/26/harga-kakao-ice-berakhir-turun-1-persen/