SGB LAMPUNG – Peringatan cuaca beku di Brazil sempat sebentar mendorong kopi arabika berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York mencapai tertinggi satu tahun pada perdagangan hari Kamis sebelum kontrak berbalik arah, menghapus keuntungan untuk berakhir lebih rendah.

Harga kopi arabica berbalik melemah terpicu penurunan tajam mata uang Real Brazil.

Pada perdagangan kemarin, pasangan mata uang USDBRL melemah 1,05 persen pada 3.3963. Lemahnya mata uang di negara-negara produsen cenderung membuat harga kopi tetap rendah dalam waktu dekat.

Ketika Real Brasil melemah terhadap dolar AS, mendorong produsen melakukan penjualan untuk meraih keuntungan yang lebih tinggi untuk barang berdenominasi dolar dalam mata uang lokal.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Juli 2016 ditutup anjlok pada posisi 1,3395 dollar, turun sebesar -5,70 sen atau setara dengan -4,08 persen.

Pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan sentimen gangguan cuaca beku di Brazil, namun jika Real Brazil kembali melemah akan menekan harga kopi arabica. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level Resistance di posisi 1,3700 dollar dan 1,4000 dollar. Sedangkan level Support yang akan dihadapi jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 1,3100 dollar dan 1,2800 dollar.

http://vibiznews.com/2016/06/10/harga-kopi-arabica-ice-anjlok-4-persen/