SGB LAMPUNG – Harga kopi arabika ICE kembali rally di akhir perdagangan Kamis dini hari (09/06), terpicu penguatan mata uang Real Brazil dan kekuatiran cuaca hujan mengganggu produksi kopi arabica.

Pada penutupan perdagangan mata uang kemarin Real Brazil menguat terhadap dolar AS. Pasangan kurs USDBRL berakhir turun -2,39 persen pada 3.3611. Penguatan Real Brazil terjadi setelah pernyataan ketua Fed Janet Yellen yang memudarkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS bulan Juni.

Penguatan Real Brazil adalah sentimen bullish untuk harga komoditas dalam mata uang dolar AS, membuat ekspor kurang menarik dalam mata uang lokal. Brasil adalah produsen top dunia dari kopi.

Kenaikan harga kopi juga dipicu kekuatiran dengan curah hujan yang semakin besar di Brazil dapat mengganggu produksi kopi arabica.

Salah satu pedagang senior di Brazil menyatakan kekhawatiran atas kualitas biji arabika di Brazil karena hujan deras.

“Apa yang kita tahu pasti adalah bahwa ada jumlah yang tidak biasa hujan untuk tahun kali ini, yang kemungkinan akan mempengaruhi kualitas kopi yang dikeringkan di teras serta mereka yang mungkin jatuh ke tanah, “kata Ricardo Santos dari Equatorial Traders.

Harga kopi arabika berjangka di penutupan perdagangan dini hari tadi melonjak. Harga kopi arabika berjangka bulan Juli 2016 naik sebesar 7,45 dollar atau setara dengan 5,64 persen dan ditutup pada posisi 1.3965 dollar per pon.

Harga kopi arabica berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan penguatan Real Brazil. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level Resistance di posisi 1,4300 dollar dan 1,4600 dollar. Sedangkan level Support yang akan dihadapi jika terjadi penurunan ada pada posisi 1,3700 dollar dan 1,3400 dollar.

http://vibiznews.com/2016/06/09/harga-kopi-arabica-ice-melonjak-hampir-6-persen/