SGB LAMPUNG – Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan hari Selasa karena investor mengantisipasi penurunan persediaan mingguan minyak mentah AS yang diharapkan akan meningkatkan harga.

Persediaan minyak mentah komersial di Amerika Serikat cenderung turun sekitar 2,5 juta barel menjadi 538.800.000 dalam pekan yang berakhir 20 Mei, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Demikian juga investor mencermati rilis data persediaan minyak mentah mingguan AS yang akan dilaporkan American Petroleum Institute (API) Rabu pagi dan angka resmi dari pemerintah AS pada Rabu malam, yang diindikasikan mengalami penarikan atau penurunan.

Minyak juga mendapat dorongan dari pasar saham AS yang naik ke tertinggi dalam tujuh sesi terakhir, dibantu oleh keuntungan dalam saham teknologi dan keuangan. Pembeli minyak mentah tampak terpengaruh oleh dolar yang lebih kuat, yang biasanya membuat lebih mahal minyak dalam mata uang dollar AS.

Harga minyak mentah berjangka AS berakhir naik 54 sen atau 1,12 persen pada $ 48,62 per barel, harga penutupan terbaik 2016 dan tertinggi sejak Oktober.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent berjangka naik 29 sen menjadi $ 48,64 per barel.

Harga Minyak juga didukung oleh pernyataan seorang pejabat Irak yang menyatakan masalah pemeliharaan dan pemadaman listrik telah menyebabkan produksi anggota OPEC untuk jatuh ke 4,5 juta barel per hari dari bulan Januari rekor tinggi 4,78 juta barel per hari.

Konsultan IHS juga menambahkan sentimen bullish, mengatakan hanya 2,8 miliar barel minyak ditemukan di luar Amerika Utara pada tahun 2015, yang terendah sejak tahun 1952, menyusul penurunan tajam dalam pengeboran eksplorasi dan penilaian.

Sebuah pemogokan di Perancis membatasi keuntungan harga dengan berkurangnya permintaan minyak mentah di Eropa karena kilang minyak terganggu oleh pemogokan yang menghalangi akses ke kilang minyak besar di wilayah pelabuhan selatan Marseille.

Dinihari tadi telah dirilis data persediaan minyak mentah AS oleh API yang membukukan hasil -5.137M, anjlok dari ekspektasi analis -3.300M, dan juga dari hasil sebelumnya -1.140M.

Pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi turun dengan penurunan pasokan mingguan minyak mentah AS. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 48,10-$ 47,60, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance $ 49,10-$ 49,60.

http://vibiznews.com/2016/05/25/harga-minyak-menta-naik-1-persen-terpicu-sentimen-penurunan-pasokan/