SGB LAMPUNG – Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada pembukaan perdagangan Kamis (26 Mei) dibuka naik, saat ini terpantau naik 121,50 poin atau 0,73 persen di 16878.85. Penguatan indeks Nikkei terpicu penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga minyak mentah.

Bursa Saham AS ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan hari Rabu didukung kenaikan harga minyak mentah yang mencapai posisi tertinggi baru untuk tahun ini. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,82 persen, di 17,851.51, dengan kenaikan tertinggi saham Goldman Sachs. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,70 persen, pada 2,090.54, dengan sektor energy memimpin sembilan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,70 persen, pada 4,894.89.

Harga minyak mentah berakhir tinggi pada akhir perdagangan hari Rabu, terdorong data pemerintah AS yang melaporkan penurunan lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS.

Administrasi Informasi Energi (EIA) AS menyatakan persediaan minyak mentah turun 4,2 juta barel dalam pekan sampai 20 Mei. Sementara penurunan lebih tajam dari 2,5 juta barel yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters, itu tidak sebanyak yang diperkirakan oleh kelompok perdagangan American Petroleum Institute (API) sebanyak 5,1 juta.

Harga minyak mentah berjangka Amerika berakhir naik di $ 49,56 per barel, naik 94sen setelah memuncak pada $ 49,62. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 1,20 pada $ 49,82.

Kenaikan indeks Nikkei mengabaikan penguatan Yen. Di pasar mata uang, yen Jepang melihat kekuatan baru terhadap dollar, dengan perdagangan pasangan kurs di 109,82 per 08:29 HK/SIN.

Saham-saham eksportir Jepang sebagian besar mengabaikan kekuatan yen, dengan saham Toyota naik 1,6 persen, saham Nissan lebih tinggi1,04 persen, dan saham Honda menambah 0,99 persen.

Penguatan yen biasanya negatif untuk eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri ketika dikonversi ke mata uang lokal.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau naik 110 poin pada 16,880, naik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,770.

Untuk perdagangan selanjutnya indeks Nikkei berpotensi melemah dengan potensi penguatan Yen. Secara teknikal akan bergerak dalam Support 16,357-15,884, dan Resistance 17,351-17,871.