Ini Resep Bank Syariah Dapat Penghargaan dari Hong Kong

SGB LAMPUNG –  Langkah Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk fokus pada segmen retail tidak sia-sia. Bank itu memperoleh penghargaan The Best Islamic Retail Bank dari Triple A Islamic Awards-The Asset Hong Kong.

Produk unggulan pada segmen retail antara lain Tabungan BSM, Tabungan Mabrur, Pembiayaan gadai dan cicil emas, Pembiayaan Pensiun, dan Pembiayaan BSM Griya. Penjualan produk tersebut, di tengah perekonomian yang masih lambat, tahun 2015 dan awal 2016 menunjukkan kinerja yang cukup baik.

Direktur Finance and Strategi BSM, Agus Dwi Handaya, mengungkap bahwa strategi fokus pada segmen retail dilakukan melihat segmen ekonomi Indonesia yang mayoritas di segmen mikro, kecil dan menengah dan potensi dari populasi penduduk Islam di Indonesia yang mencapai 90 persen.

‘’Alhamdulillah sesuai Corplan, kinerja BSM mulai on track dan memperoleh apresiasi dari pihak asing,’’ kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Rabu 25 Mei 2016. Selain the best Islamic retail bank, BSM juga memperoleh penghargaan The Best Islamic trade finance dan The Best Islamic Bank of Indonesia.

Tabungan BSM sebagai mesin likuiditas BSM senantiasa tumbuh positif. Per Maret 2016 Tabungan BSM mencapai Rp24,26 triliun atau naik 10,28 persen dibandingkan kinerja Tabungan BSM Per Maret 2015 sebesar Rp22 triliun. Jumlah nasabah tabungan di BSM mencapai lebih dari 6,4 juta. Market share tabungan di industri perbankan syariah per Februari 2016 sebesar 35,66 persen.

Untuk Tabungan Mabrur, BSM saat ini masih menguasai pangsa pasar tabungan haji regular sebesar 29 persen. Jumlah penabung haji regular di BSM per Maret 2016 mencapai di atas satu juta penabung. Adapun untuk haji khusus, market share BSM 32,53 persen dengan jumlah penabung sekitar 80 ribu calon jamaah haji khusus.

“Di tengah ekonomi yang masih melambat, pada tahun 2015 dan awal 2016, BSM masih mencatat pertumbuhan positif dari sisi pembiayaan. Secara umum, pembiayaan BSM per Maret 2016 sebesar Rp50,77 triilun, meningkat dibandingkan posisi Maret 2015 yang sebesar Rp48,8 triliun,” tutur Agus.

Gadai dan cicil emas sebagai salah satu produk unggulan BSM mencatatkan kinerja yang sangat signifikan. Per Maret 2016 outstanding pembiayaan gadai BSM mencapai Rp1,37 triliun atau naik 16,32 persen dibandingkan periode Maret 2015 sebesar Rp1,18 triliun.

Adapun cicil emas BSM pada Maret Rp296 miliar atau naik sekitar 51 persen  dibandingkan posisi Maret 2015 yang sebesar Rp196 miliar.  Di antara pembiayaan tersebut, BSM Griya masih mencatatkan pertumbuhan yang baik. Pembiayaan Griya BSM per Maret 2016 mencapai Rp9,2 triliun atau naik dibanding periode Maret 2015 yang sebesar Rp9,04 triliun.

Untuk BSM Griya BSM memberikan pembiayaan untuk rumah tapak dan apartemen baik baru maupun rumah second. BSM menyasar pembiayaan rumah dengan kisaran harga Rp500 juta-Rp750 juta.

Bank Syariah Mandiri per Maret 2016 merupakan bank syariah satu-satunya yang sudah bisa masuk ke BUKU III dengan modal inti Rp5,423 triliun. Setelah upaya konsolidasi memokuskan pada recovery sepanjang tahun 2015, pada Maret 2016 BSM membukukan laba Rp75,72 miliar atau naik dibandingkan laba per Maret 2015 yang sebesar Rp51,63 miliar.

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/776663-ini-resep-bank-syariah-dapat-penghargaan-dari-hong-kong