SolidGold – HTC boleh saja berbangga telah melahirkan smartphone Android dengan prosesor berarsitektur 64-bit pertama di dunia, HTC Desire 510. HTC Desire 510 dikabarkan dibanderol dengan harga murah, tak salah bila banyak yang memprediksi smartphone ini bakal sukses. Namun, beberapa hal penting mengancam eksistensi smartphone dengan prosesor 64-bit ini.

Meski mendapat titel sebagai smartphone 64-bit Android pertama, HTC Desire 510 sebenarnya tidak dijalankan oleh sebuah sistem operasi berbasis arsitektur 64-bit. OS Android KitKat 4.4 yang nantinya ditambahkan oleh HTC ternyata adalah versi 32-bit, Ars Technica (28/08).
Ya, secara keseluruhan perangkat keras dari HTC Desire 510 memang berkualitas unggulan. Tengok saja dapur pacu dari HTC Desire 510 yang dilengkapi oleh prosesor Quad-core Snapdragon 1,2 GHz, RAM 1, dan ROM 8 GB. Sisanya, seperti layar 4,7 inci (854 x 480 piksel), kamera utama 5 MP, dan baterai berkapasitas 2100 mAh cukup untuk membuat pecinta gadget ‘kepincut’. Tetapi, bila dilihat lebih dalam, HTC Desire 510 nyatanya belum didukung oleh ekosistem aplikasi dan software Android 64-bit yang memadai.
Sistem operasi untuk gadget berarsitektur 64-bit sebenarnya sudah dibuat oleh Google, yaitu OS Android L. Namun, sistem operasi ini masih belum banyak mampir ke smartphone dan masih dalam tahap pengembangan. Pengamat pun berharap HTC akan memberikan update untuk OS Android L pada HTC Desire 510 saat Android L diluncurkan akhir tahun ini. Belum adanya dukungan dari software dan aplikasi berbasis prosesor 64-bit akan membuat smartphone ini belum bisa mencatatkan performa terbaiknya.
Lebih lanjut, langkah dari HTC dengan menghadirkan smartphone 64-bit patut untuk diapresiasi. Sebab, dengan begitu Android tidak akan tertinggal terlalu jauh dari iOS yang sudah memiliki smartphone 64-bit pertama mereka, iPhone 5S. Sayangnya, dalam rilis pers yang dicantumkan di blog HTC, tidak disebutkan apakah handset ini akan dijual secara global. HTC hanya menyatakan jika HTC Desire 510 akan tersedia di daerah Eropa, Asia, dan Amerika yang di pilih oleh vendor asal Taiwan tersebut.

sumber Merdeka.com