PT.SolidGoldSemarang~Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun menganggap Kurikulum 2013 telah menciptakan banyak pelajar yang “sok tahu”. Hal itu mengacu pada peraturan yang mengharuskan pelajar untuk menguasai banyak materi pelajaran, tetapi tak menguasainya secara utuh.
Menurut Lasro, keharusan untuk mempelajari materi pelajaran yang banyak membuat pelajar menjadi tidak fokus. Akibatnya, kata dia, tak ada satu pun bidang mata pelajaran yang benar-benar dikuasai secara mendalam.
“(Kurikulum 2013) terlalu banyak mata pelajaran yang bikin pelajar tidak fokus. Kurikulum 2013 itu bikin pelajar banyak tahu, tapi sedikit-sedikit. Indonesia itu butuh yang sedikit tahu, tapi tuntas. Jangan banyak tahu tapi separuh-separuh, jadinya sok tahu,” kata Lasro, di Balaikota Jakarta, Senin (8/12/2014).
Lasro kemudian mengambil contoh mengenai pelajar yang mengambil jurusan IPA. Menurut Lasro, seorang pelajar yang mengambil jurusan IPA tentu sudah sangat disibukkan dengan mata pelajaran yang ada di jurusannya. Ini menyebabkan pelajar itu tidak akan sempat untuk mempelajari mata pelajaran dari jurusan lain, dalam hal ini IPS.
Lasro menilai, boleh-boleh saja apabila pelajar yang mengambil jurusan IPA mempelajari mata pelajaran IPS. Namun, menurut dia, porsinya harus terbatas, dan tidak menyeluruh terhadap seluruh isi mata pelajaran.
“Orang IPA kok belajar IPS? Boleh-boleh saja kalau belajar nilai-nilainya. Supaya dia nanti jadi ilmuwan yang tidak membuat biovirus. Karena itu, dia harus punya integritas. Tapi bukan dengan belajar bidang yang lain,” ujarnya.
Seperti diberitakan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.
“Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir,” kata Anies di kantornya di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

baca Disclaimer