SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menetapkan prinsip mengenal nasabah  pialang berjangka (Customer Due Diligence). Peraturan Kepala Bappebti Nomor 2 Tahun 2016 ini dibuat  untuk mencegah aksi tindakan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Menurut Kepala Bappebti Bachrul Chairi, selama ini Bappebti telah menerapkan prinsip mengenal nasabah (Know Your Costumer). Peraturan ini perlu disesuaikan dengan standar internasional yang lebih konperhensif.

Peraturan Kepala Bappeti Nomor 2 Tahun 2016 ini memuat beberapa aturan :

Pertama, penggunaaan istilah Custumer Due Diligence (CCD) untuk menyempurnakan prinsip mengenal nasabah dalam identifikasi, verifikasi dan pemantauan nasabah.

Kedua, kewajiban pialang berjangka untuk menyusun, memastikan, menerapakan dan mematuhi pedoman ketentuan prinsip mengenal nasabah.

Ketiga, penggunaa pendekatan berdasarkan resiko (risk-based approach) dalam penerapa program pencegahan tindak pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Bappebti akan segera mensosialisasikan aturan CCD kepada para pialang berjangka agar segera diimplementasikan.  Nantinya Pialang berjangka yang tidak patuh terhadap aturan baru ini akan dikenakan sanksi administratif oleh Bappebti. Sementara  pialang berjangka tidak melaporakn transaksi keuangan yang mencurigakan  maka akan dikenakan sanksi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) – SOLIDGOLD BERJANGKA

Berita selanjutnya