Menyemut di Palmerah, Mahasiswa Berjalan Beriringan ke DPR – Solid Gold

SOLID GOLD LAMPUNG – Massa aksi dari kalangan mahasiswa berkumpul di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (24/9). Mereka datang dari berbagai kampus menumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line untuk bergabung dalam aksi menolak RKUHP dan sejumlah undang-undang kontroversial lainnya di depan gedung DPR.

Mahasiswa dari Politeknik APP Jagakarsa tiba di Stasiun Palmerah sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka, yang berseragam jaket merah itu, duduk berkumpul di lantai dua stasiun untuk menunggu mahasiswa yang belum tiba. Di dalam stasiun, seorang mahasiswa menggunakan pengeras suara memimpin massa sambil meneriakkan, “hidup mahasiswa”.

Teriakan itu disambut massa aksi. Beberapa penumpang dibuat kaget mendengar gemuruh pekik mahasiswa tersebut. Salah seorang di antaranya memegang kardus sambil memunguti sampah botol air mineral. Sementara aktivitas KRL di Stasiun Palmerah tetap berjalan normal.

Tak lama kemudian, mereka berjalan menuju Gedung MPR/DPR. Di luar stasiun, massa mahasiswa sudah menunggu di jalan raya. Beberapa di antaranya datang dari kampus Universitas Terbuka, Universitas Islam Negeri, Universitas Negeri Jakarta. Salah satu spanduk berbunyi “Rakyat Dikebiri, Pejabat Happy-happy” dipajang di pinggir jalan.

Salah satu peserta aksi dari Universitas Terbuka, Azamzudin mengatakan pihaknya menolak RUU KPK dan RKUHP. Beberapa pasal dalam RKUHP dinilai justru berpotensi merugikan rakyat, seperti pasal penghinaan presiden, pasal makar dan pasal tentang hukuman mati.

“Saya turun ke jalan karena anak keturunan saya tidak mau terjerat hukum yang merugikan rakyat,” kata Azam saat ditemui di Palmerah. “Semoga RKUHP dibatalkan dan segera ada judicial review UU KPK,” ujarnya. Mereka tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia. Massa bergerak ke gedung Parlemen melewati pintu belakang DPR, depan Gedung TVRI, hingga menuju ke depan gerbang MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Hari ini DPR akan menggelar rapat paripurna. Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat sipil turun ke jalan untuk memprotes rencana pemerintah dan DPR mengesahkan undang-undang yang dinilai merugikan rakyat. Dalam aksi kali ini, mereka menuntut pemerintah dan DPR tidak mengesahkan RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertambangan dan Minerba, dan membatalkan RUU KPK. – SOLID GOLD

sumber : cnnindonesia