Menikmati Bambang Pamungkas di Pengujung Karier – Solid Gold

SOLID GOLD LAMPUNG – Bambang Pamungkas berada di pengujung jalan dalam karier dia sebagai pemain sepak bola. Penggemar sepak bola kini memasuki momen menikmati langkah-langkah Bepe di pengujung jalan. Bepe adalah nama besar dalam dunia sepak bola Indonesia. Berbicara Bepe, tentu ingatan akan mengalir tentang nomor 20 yang dikenakannya, atau tentang kelihaiannya dalam melahirkan gol dengan sundulan.

Pria kelahiran Semarang pada 10 Juni 1980 ini bergelut dalam sepak bola sejak delapan tahun dengan bergabung Sekolah Sepak Bola (SSB) Hobby Sepak bola Getas di Jawa Tengah selama setahun. Bepe kemudian bergabung dengan SSB Ungaran di Kabupaten Semarang selama lima tahun, sebelum pindah ke Persada Utama Ungaran selama setahun.

Pada 1994, ia pindah lagi untuk mengasah keterampilan sepak bola di Persikas Semarang Regency selama dua tahun. Pembinaan usia dini Bepe berakhir di Diklat Salatiga pada 1996. Di sana, ia berlatih selama tiga tahun sampai akhirnya direkrut Persija Jakarta untuk memulai karier sebagai pemain senior. Pengalaman berlatih sepak bola di berbagai tempat berbuah manis.

Pada 1998, karier internasional Bepe dimulai saat ia dipilih bermain untuk tim nasional (Timnas) Indonesia junior. Sumbangan tujuh gol dalam Grup V Piala Asia U-19 membuat dirinya menjadi pencetak gol terbanyak dalam kompetisi tersebut. Di tahun yang sama, Bepe juga melakoni laga persahabatan melawan Lithuania dan mencetak satu gol.

Beragam pengalaman dalam sepak bola usia muda membuat ia diminati klub Persija Jakarta. Bepe bergabung dengan skuat Macan Kemayoran pada 1999, dan mencatat 24 gol dalam 30 pertandingan di Liga Indonesia musim 1999-2000. Catatan tersebut membuat Bepe yang masih 19 tahun menjadi pencetak gol terbanyak di Persija.

Klub Divisi Tiga asal Belanda, EHC Norad, pun sempat meminjam Bepe dari Macan Kemayoran selama empat bulan. Usai berkelana sesaat di negeri Kincir Angin, Bepe kembali memperkuat Persija hingga juara Liga Indonesia pada 2001. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pada musim tersebut. Karier sepak bola yang apik di dalam negeri membuat Bepe sempat menjajal kompetisi luar negeri.

Ia pernah bermain di Liga Malaysia bersama Selangor FA. Dalam musim pertama di Malaysia, Bepe berhasil menjuarai Liga Primer Malaysia, Piala FA Malaysia, dan Piala Malaysia. Ia pun menjadi pencetak gol terbanyak di liga dengan 23 gol dalam 24 pertandingan. Selama dua musim di Malaysia, Bepe mencetak 64 gol dalam sejumlah kompetisi yaitu Liga Primer Malaysia, Liga Super Malaysia, Piala FA Malaysia, Piala Malaysia, dan Piala AFC.

Namun ketika kembali ke Indonesia, maka Bepe kembali menetapkan pilihan pada Persija, klub yang membesarkan namanya dan juga klub yang pernah diantar oleh kaki dan kepalanya menuju tangga juara. Di level tim nasional, Bepe adalah bomber andalan di era 2000-an. Bepe sukses menjelma jadi salah satu striker tersubur di Timnas Indonesia plus memegang rekor penampilan terbanyak.

Perjalanan Bepe di Timnas Indonesia terbilang brilian, namun terasa kurang sempurna karena sering gagal di langkah akhir menuju juara. Memahami karier Bepe, maka berarti bukan hanya memahami arti kejayaan. Namun juga belajar tentang loyalitas dalam kerangka pikir yang logis. Bepe dengan tegas menuntut gaji yang ditunggak oleh Persija di 2013.

Bepe bahkan kemudian memilih untuk hijrah ke Pelita Bandung Raya sebelum kembali ke Macan Kemayoran. Bepe juga bisa dengan tenang dan menerima kenyataan duduk di bangku cadangan seiring usianya yang makin bertambah. Ia sadar ambisi tim untuk jadi juara bukan hanya bergantung pada pemain-pemain yang merupakan langganan tim inti, melainkan juga dukungan penuh dari mereka yang duduk di bangku cadangan dengan kondisi siap bermain kapan pun dibutuhkan.

Saat Bepe menggunakan nama ‘Pamungkas’ musim lalu, banyak yang menduga bahwa hal itu jadi isyarat perpisahan. Namun ternyata begitu musim baru datang, Bambang Pamungkas masih bertahan di Persija. Sebuah kesempatan tambahan bagi penggemar sepak bola untuk melihat Bepe beraksi di lapangan.

Dengan usia menginjak 39 tahun, maka akhir jalan karier Bepe sebagai pemain sepak bola semakin terlihat. Karena itu tiap penampilan Bepe musim ini akan sangat berharga untuk disaksikan. Selamat ulang tahun, Bambang Pamungkas! – SOLID GOLD

sumber : cnnindonesia