SOLID GOLD BERJANGKA – Perdagangan valas alias forex trading merupakan jenis investasi yang beresiko tinggi namun sekaligus memberikan keuntungan besar. Di saat yang sama, Anda harus melakukan manajemen resiko yang baik untuk bisa meminimalisir kerugian ketika prediksi Anda saat membuka dan menutup posisi jual serta beli ternyata keliru. Dengan demikian, walau ada banyak kemungkinan merugi, namun Anda paling tidak bisa mengatasinya sehingga tidak rugi terlalu besar dan bahkan bisa membalikkan keadaan setelah mengalami kerugian.

Dalam perdagangan valas, Anda menggunakan modal yang Anda tanam untuk mengikuti pergerakan nilai mata uang asing di pasar forex, lalu Anda membuka dan menutup posisi baik itu untuk menjual maupun membeli. Jika perkiraan Anda benar, Anda mendapat poin yang kemudian bisa ditukarkan dengan keuntungan yang dapat ditarik (dan ini biasanya cukup besar). Jika Anda keliru, poin Anda akan terpotong dan Anda bahkan berkemungkinan mengalami rugi besar ketika modal Anda habis karena Anda tak pandai memperkirakan resiko. Namun, dengan manajemen resiko yang baik, anda bisa meminimalisir kerugian tersebut.

 

Tinggi Resiko, Tinggi Keuntungan

Salah satu prinsip utama dalam investasi berupa dagang valas adalah Anda harus siap merugi. Karena pergerakan pasar mata uang bisa mengalami fluktuasi tergantung situasinya, ada saat-saat dimana Anda harus siap mengalami pemotongan poin atau kerugian besar saat membuka suatu posisi. Jika Anda berhasil menangani resiko tersebut, Anda mungkin bisa menghindari kerugian saat membuka posisi, atau setidaknya mengubah kerugian menjadi situasi aman dan bahkan membalikkan keadaan.

Manajemen resiko yang baik diperlukan ketika Anda membuka suatu posisi dan menemukan bahwa perkiraaan pergerakan nilai mata uang asing yang tadinya Anda perkirakan akan naik ternyata malah turun (dan terus menurun). Jika ini terjadi, Anda harus sigap menerapkan manajemen resiko agar kerugian Anda tak terus-menerus terjadi hingga modal Anda ludes.

 

Tiga Langkah Manajemen Resiko saat Membuka Posisi

Berikut ini adalah tiga macam manajemen resiko untuk mencegah kerugian saat Anda keliru memerkirakan kenaikan harga valas:

  • Switching, yaitu mengubah strategi dari posisi Buy (Beli), menutup posisi saat pergerakan mata uang yang diperkirakan ternyata keliru, lalu melakukan pembukaan lagi tetapi di posisi Sell (jual). Dengan cara ini, yang Anda harapkan adalah perubahan posisi dengan cara menyesuaikan posisi kita dengan pergerakan nilai mata uang tadi. Dengan melakukan adaptasi seperti ini, yang Anda harapkan adalah pengurangan kerugian serta pembalikan posisi dari rugi jadi untung Hal yang sama bisa dilakukan secara sebaliknya (dari posisi Sell ke Buy).
  • Cut Loss, yaitu strategi yang tujuannya murni mencegah Anda mengalami kerugian lebih lanjut. Sesuai namanya, yang Anda lakukan dalam strategi ini adalah mencegah kerugian lebih lanjut dengan segera menutup posisi ketika pergerakan nilai mata uang yang Anda perkirakan ternyata bergerak ke arah sebaliknya. Anda mungkin sempat merugi, namun kerugian tersebut terhitung sedikit sehingga modal Anda masih bisa selamat.
  • Averaging, yaitu metode membuka posisi baru tanpa menutup posisi lama; di sini, Anda mengharapkan adanya penyesuaian poin sehingga kerugian Anda kemudian akan diimbangi dengan keuntungan, dan akhirnya menghasilkan ‘posisi rata-rata’ serta mengembalikan modal yang sempat hilang karena perkiraan keliru dalam pergerakan nilai mata uang barusan.

Tidak ada ketentuan soal mana metode manajemen resiko yang paling efektif di sini; setiap metode ini dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi saat menghadapi pergerakan nilai mata uang. Setiap pelaku forex trading harus bisa memahami ketiga metode ini.