Solid Gold Berjangka- Kita sering mendengar ungkapan-ungkapan seperti “dia adalah pemimpin yang berkharisma”, “sangat memiliki kharisma”, “dia memiliki kharisma yang luar biasa sebagai pemimpin”, dan sebagainya. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan kharisma itu sendiri? Untuk mudahnya kharisma kepemimpinan bisa kita samakan seperti magnet. Sifat magnet adalah menarik semua benda dengan bahan dasar logam tertentu untuk menempel pada dirinya, atau bisa dikatakan dengan bahasa yang lain, yakni daya pikat.

Terkadang seseorang yang memiliki daya pikat yang luar biasa bisa membuat orang-orang di sekitarnya seakan terhipnotis oleh ucapannya, terlepas dari benar atau tidaknya yang ia katakan. Kharisma dan kepemimpinan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Umumnya, tidak perduli bagaimana cara orang tersebut memimpin, jika dia memiliki kharisma maka orang akan segan terhadap pemimpin tersebut. Jika orang sudah merasa segan terhadap pimpinannya, maka orang tersebut otomatis mau untuk dipimpin.

Kharisma = Sebuah Berkah?

Banyak orang yang beranggapan bahwa kharisma kepemimpinan adalah sesuatu yang didapatkan sejak lahir, sesuatu yang tidak dapat dipelajari namun dapat dikembangkan. Dengan bahasa yang berbeda bisa dianggap sebagai talenta. Sebenarnya teori tersebut tidaklah salah. Kharisma memang merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa untuk orang-orang tertentu. Sayangnya, tidak semua orang menyadari hal tersebut, sehingga kharisma yang ia miliki kadang menjadi sia-sia sebab tidak digunakan secara maksimal.

Kemudian muncul pertanyaan selanjutnya, jika kharisma kepemimpinan tersebut dibutuhkan dalam kepemimpinan, maka “Apakah secara otomatis mereka yang tidak memeiliki kharisma akan kehilangan kesempatan mereka sebagai pemimpin?” Tidak juga demikian, orang-orang yang tidak memiliki kharisma bisa membangun dan mempelajari cara menjadi pemimpin, walaupun memang mereka harus belajar lebih keras untuk menjadi seorang pemimpin. Ada beberapa hal dasar yang bisa diperdalam sehingga, seseorang bisa menjadi pemimpin walaupun kurang memiliki kharisma

Penampilan

Kita sering mendengar kata-kata pencitraan. Citra memang hal yang penting dalam menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan tanpa pencitraan jelas omong kosong, karena, jika mereka tidak memperlihatkan citra yang baik di depan orang-orang yang mereka pimpin, mereka bukanlah contoh teladan; lalu, bagaimana orang lain dapat mengaminkan peraturan yang anda buat? Namun memang tidak dipungkiri, pencitraan tersebut pada masa kini sudah diboncengi kepentingan politik, jika kita berbicara mengenai politik, sehingga makna positif dari pencitraan menjadi kabur.

Fokus

Fokus yang dimaksudkan adalah fokus kepada kebutuhan orang lain. Sehingga, segala kebijakan yang anda keluarkan adalah demi kepentingan bersama. Kepemimpinan dengan cara ini akan menjadi efektif dan didengar oleh anggotanya, sebab, sang pemimpin tahu apa yang harus dilakukan untuk memajukan organisasi yang di pimpin dan juga seluruh anggota dari organisasi tersebut, dan tentunya membuat kharisma kepemimpinan anda semakin terasah.

Pendengar Yang Baik

Seperti kata petuah bijak, kita diberikan dua buah telinga agar lebih banyak mendengar daripada berbicara. Mendengarkan pendapat orang lain dengan penuh antusias, apalagi bila kita bisa memberikan solusi atas apa yang mereka bicarakan, tentunya sudah merupakan satu point tersendiri bagi kita untuk meningkatkan kharisma kepemimpinan yang kita miliki. Pada saat ini, cukup banyak orang yang mengaku sebagai pemimpin dan sangat mengerti konsep kepemimpinan tapi tidak pernah mau untuk mendengarkan.

Itulah beberapa hal yang harus kita perdalam jika kita kurang memiliki kharisma sebagai pemimpin. Dengan berfokus kepada ketiga hal tersebut, orang akan memberikan respek terhadap kita, sehingga walaupun kita tak memiliki kharisma kepemimpinan tersebut namun kita bisa tetap menjadi seorang pemimpin yang terbaik. -Solid Gold Berjangka.