forex major pairs - illustrationLembaga penyedia data finansial internasional Markit Economics kemarin (2/9) merilis laporan PMI Manufaktur yang cukup mengecewakan dari berbagai negara. Diantaranya adalah negara-negara utama seperti Jepang, China, Inggris, dan wilayah Zona Euro, juga negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dalam editorial kali ini, kami akan membahas penurunan index PMI Manufaktur tersebut dan menerjemahkannya dalam konteks perekonomian yang lebih luas untuk memahami perannya dalam analisa fundamental sejumlah pair major.

forex major pairs – illustration
PMI Manufaktur merupakan laporan Purchasing Managers Index (PMI) yang merangkum survei bisnis di bidang manufaktur suatu negara. Indeks PMI Manufaktur mengindikasikan kondisi iklim bisnis di negara tersebut. Indeks PMI diukur dalam skala 100 dengan median 50. Indeks diatas 50 menandakan ekspansi, sedangkan dibawah 50 mensinyalkan kontraksi.

PMI Manufaktur Jepang 52.2 vs 52.4

Terlepas dari berbagai analisa negatif tentang perekonomian Jepang setelah kenaikan pajak penjualan April lalu, PMI Manufaktur Jepang cenderung kuat. Pada bulan Agustus lalu pun, indeks PMI Manufaktur Jepang hanya selip sedikit dari 52.4 ke 52.2. Namun data-data makroekonomi lain yang rilis pekan lalu secara luas masih mengecewakan. Pengeluaran Rumah Tangga bulan Juli merosot ke 5.9% dan GDP teranualisasi menciut -6.8% di kuartal kedua 2014. Apalagi tingkat inflasi kembali turun dari 3.6% ke 3.4% di bulan Juli.

Sekalipun demikian, masih ada harapan bagi Jepang. Junko Nishioka dari RBS Jumat lalu mengatakan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja terus berlanjut dan pengeluaran publik pemerintah masih bagus. Kedua hal itu bisa kita konfirmasi dalam indeks PMI Manufaktur Jepang yang menyebutkan bahwa lapangan kerja baru masih terus bertambah, dan pertumbuhan output serta bisnis baru meningkat tajam. Amy Brownbill dari Markit lebih lanjut menyatakan bahwa data PMI terakhir yang hanya selip sedikit ini menunjukkan efek negatif kenaikan pajak yang telah memudar.

Poin penting bagi trader forex: Sekalipun PMI Manufaktur masih berekspansi, perusahaan-perusahaan di Jepang masih  berkutat dengan kondisi ekonomi yang sulit. Oleh karena itu, harapan akan pemulihan ekonomi Jepang belum akan tercapai dalam waktu dekat. USDJPY sepertinya akan terus diperdagangkan di kisaran level tinggi tahunan-nya saat ini.

PMI Manufaktur China 50.2 vs 51.7

Sebagaimana PMI Manufaktur Jepang, PMI Manufaktur China muncul mengiringi sederetan data mengecewakan, walaupun pemerintahnya telah meluncurkan paket stimulus raksasa untuk mengaktifkan pertumbuhan kembali. PMI Manufaktur China turun dari 51.7 (level tertinggi dalam 18 bulan pada Juli) ke 50.2 pada bulan Agustus. Laporan tersebut mencatat pertambahan output dan pesanan barang yang lebih lemah, serta pemecatan tenaga kerja gara-gara kebijakan perusahaan-perusahaan untuk menekan biaya produksi.

Hongbin Qu dari HSBC mengatakan, “Walaupun permintaan dari luar negeri menunjukkan perbaikan, permintaan domestik nampak lebih lesu. Secara keseluruhan, sektor manufaktur masih berekspansi di bulan Agustus, tetapi dalam laju yang lebih lambat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Kami kira perekonomian masih menghadapi risiko perlambatan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini, yang akan membutuhkan kebijakan stimulus¬† lebih lajut untuk menjamin pemulihan ekonomi yang mantap.”

Poin penting bagi trader forex: Diperkirakan ekspor Australia dan New Zealand bisa turun lagi, dan kedua negara tersebut kemungkinan akan mencatat defisit perdagangan lagi pada bulan Agustus. Kedua negara ini memiliki kaitan perdagangan yang cukup erat dengan China, dan lemahnya iklim bisnis di negara ini berpotensi berdampak pada sektor eksternal Australia dan New Zealand. Kamis besok, Australia dijadwalkan merilis data bulan Juli dari sektor yang sama. Forecast sudah memperkirakan defisit yang menyempit dari AUD -1683 juta ke AUD -1510 juta, yang jika benar maka bisa membantu AUD menguat terhadap USD. Data PMI kali ini menunjukkan risiko angkanya bisa meleset lebih rendah, memungkinkan AUDUSD untuk terperosok lagi.

PMI Manufaktur Zona Euro 50.7 vs 51.8

PMI Manufaktur Zona Euro merosot dari 51.8 pada Juli ke 50.7 pada Agustus. PMI Manufaktur Jerman terperosok ke 51.4, level terendah dalam 11 bulan. PMI Manufaktur Perancis mengikuti carut-marut ekonomi negaranya, kembali tenggelam dibawah standar 50 dengan mencatat indeks 46.9, angka terendah dalam 15 bulan. Sementara itu, PMI Manufaktur Italia untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun jatuh dibawah standar 50. Secara umum, perlambatan ekonomi telah menyebar di seluruh Zona Euro, kecuali Irlandia. Pertambahan pengangguran terpantau terjadi di tiga negara utama Jerman, Perancis, dan Italia.

Euro Area Manufacturing PMI
Euro Area Manufacturing PMIEuro Area Manufacturing PMI January 2013-August 2014

Kondisi-kondisi ini terus mendesak bank sentral Eropa (ECB) untuk bertindak lebih dalam memulihkan perekonomian. Namun demikian, para analis tidak mengharapkan aksi apapun akan diputuskan dalam rapat ECB pekan ini. Jennifer McKeown dari Capital Economics minggu lalu memprediksi, “ECB tak akan bertindak dalam rapat minggu depan, namun kemungkinan akan memberikan sinyal bahwa pelonggaran kuantitatif siap dilakukan.”

Poin penting bagi trader forex: Dalam kondisi iklim bisnis yang seperti ini, rapat ECB kemungkinan bisa menenggelamkan EURUSD, kecuali jika ECB merubah sikapnya. Ada berbagai langkah yang bisa diambil ECB jika mereka mau berubah. Diantaranya, mendeskripsikan serangkaian kebijakan yang akan dilakukan di lain waktu, menurunkan forecast indikator makro, atau memotong suku bunga lagi.

PMI Manufaktur Inggris 52.5 vs 54.8

PMI Manufaktur Inggris terjun dari 54.8 ke 52.5 pada bulan Agustus, menyentuh level terendah dalam 14 bulan. Penurunan ini dipicu oleh pelambatan laju pertumbuhan output dan pesanan barang di sektor manufaktur. Rob Dobson dari Markit mengatakan,”Industri Inggris tidak kebal dari dampak meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, terutama ketika kedua faktor itu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan bisnis di partner dagang utamanya, Zona Euro.”

Terlepas dari itu, laporan tersebut menyimpan satu kabar bahagia: ketenagakerjaan di sektor manufaktur meningkat. Ini mestinya melegakan kekhawatiran Bank of England (BoE) tentang pasar tenaga kerja Inggris. Namun demikian, BOE kemungkinan akan beralih mengamati sektor-sektor non-manufaktur untuk memeriksa bila dampak pelambatan ekonomi Zona Euro juga berimbas pada sektor lain. Intinya, perekonomian Inggris masih dalam jalur pemulihan, tetapi belum benar-benar pulih.

Poin penting bagi trader forex: PMI Manufaktur Inggris memberikan tip baru tentang kondisi ekonomi negara ini. Berdasarkan laporan ini, kami cukup yakin bahwa BOE akan tetap mengambil langkah ‘wait and see’ dan mempertahankan tingkat suku bunganya saat ini dalam rapat hari Kamis depan. Dengan demikian, keputusan suku bunga BOE pekan ini kemungkinan takkan berdampak besar bagi pergerakan GBPUSD.