Poundsterling mendaki kenaikan terhadap Dolar AS pada hari Rabu (03/09) sore ini menyusul rilisnya laporan indeks PMI Jasa Inggris. Mata uang tersebut tampak mulai berupaya untuk lepas landas dari level rendah lima bulannya. GBP/USD menyentuh angka 1.6489 di awal sesi Eropa. Pair tersebut kemudian terkonsolidasi pada 1.6488 atau bertambah 0.12 persen.Poundsterling
Lembaga penelitian pergerakan pasar, Markit, melaporkan bahwa indeks PMI jasa musiman Inggris mengalami kenaikan ke level 60.5 pada bulan Agustus lalu. Level tersebut lebih tinggi daripada level yang diraih pada bulan Juli, yakni di 59.1. Para analis mengekspektasikan bahwa indeks PMI Jasa Inggris bulan Agustus akan mengalami penurunan ke 58.5.Kemarin, data PMI sektor konstruksi Inggris untuk bulan Agustus pun telah diumumkan. Tak berbeda, data tersebut juga menunjukkan kenaikan, bahkan berekspansi dengan laju yang terpesat sejak bulan Januari silam.

Masalah Skotlandia Ciutkan Poundsterling

Terlepas dari apiknya data-data Inggris dalam dua hari ini, Poundsterling pada dasarnya sedang berada di bawah tekanan. Penyebabnya adalah masalah kemerdekaan Skotlandia. Negara bagian dari Britania Raya tersebut telah lama menuntut untuk memisahkan diri dari Inggris, dan akhirnya referendum untuk menentukan nasib Skotlandia akan diadakan pada tanggal 18 September mendatang. Perdebatan sengit mengenai konsekuensi dari pemisahan Skotlandia yang ramai diperbincangkan di media massa pun menjadi perhatian sendiri di pasar.

Terhadap Euro, EUR/GBP naik tipis 0.03 persen ke angka 0.7975. PMI jasa Jerman dan Prancis, dua negara andalan Zona Euro, juga tengah melemah. Mata uang Euro sedang tertekan akibat para investor yang menanti kebijakan moneter ECB besok.