SOLID GOLD BERJANGKA – Reksadana merupakan salah satu pilihan investasi yang cukup diminati. Jika dibandingkan dengan deposito, reksadana biasanya akan memberikan return yang lebih besar. Maka dari itu, banyak orang yang memilih reksadana sebagai investasi pilihan. Diantara jenis investasi reksadana yang ada, reksadana terproteksi merupakan jenis yang paling banyak dipilih karena anggapan akan dana pokok yang akan terlindungi. Namun bernarkah demikian?

 

Reksadana terproteksi

Reksadana terproteksi adalah jenis reksadana yang sedikit mirip dengan deposito. Hal ini dikarenakan adanya nilai pokok investor yang masih tetap utuh. Jangka waktu untuk deposito biasanya lebih singkat, sedangkan untuk reksadana terproteksi ini sedikit lebih lama, dana pokok investor akan tetap utuh setelah jatuh tempo. Namun sebenarnya dana pokok ini tidak benar-benar terlindungi. Namun karena adanya kata-kata “terproteksi”, maka investor akan merasa aman sehingga banyak yang memilih jenis investasi reksadana ini.

Reksadana terproteksi inihanya berusaha untuk melindungi nilai pokok investor dengan cara melakukan investasi pasif. Caranya adalah dengan membeli obligasi dan memegangnya sampai jatuh tempo. Dengan adanya investasi pasif seperti ini, maka dana pokok investor akan kembali seutuhnya. Jadi investor tidak akan merasa dirugikan.

 

Keuntungan dan Resiko Reksadana Terproteksi

Keuntungan dari reksadana terproteksi ini adalah resikonya yang lebih kecil, karena dana pokok diusahakan akan kembali. Namun jika anda ingin mendapatkan return yang lebih tinggi, jenis reksadana ini sebaiknya dihindari karena hanya akan memberikan return yang kecil yang tidak terlalu jauh dari bunga bank. Bahkan kerugian bisa dialami investor jika terjadi hal-hal berikut ini:

  1. Obligor tidak bisa membayar bunga yang menyebabkan harga obligasi tersebut jatuh.
  2. Adanya pencairan uang sebelum jatuh tempo sehingga harga jual obligasi menjadi di bawah harga pembelian pertama kali
  3. Reksadana terproteksi ini merupakan kombinasi antara saham, obligasi dan investasi derivatif lainnya yang apabila terjadi kerugian tidak mampu tertutupi oleh porsi obligasi.

Jadi, reksadana terproteksi tidak sepenuhnya bisa melindungi dana pokok anda. Kunci utama dari reksadana adalah keberanian mengambil resiko. Return yang akan anda dapatkan akan lebh besar lagi jika berni menginvestasikan uang anda pada reksadna campuran dimana returnnya bisa mencapai 16% atau reksadana saham yang returnnya bisa mencapai 25%.

 

Reksadana bergaransi

Jika anda benar-benar ingin melindungi dana pokok yang dimiliki, maka yang seharusnya dipilih adalah reksadana bergaransi. Namun sangat disayangkan investasi reksadana jenis ini belum ada di Indonesia. Alasannya adalah karena perusahaan asuransi yang masih ragu untuk asuransi pasar modal. Selain itu, peminatnya juga masih sangat sedikit Karena perhitungan keuntungan yang akan didapatkan cukup kecil. Hal ini dikarenakan adanya premi yang harus dibayarkan oleh investor.

Namun reksadana bergaransi benar-benar bisa melindungi dana pokok anda. Pada saat perusahaan atau obligor mengalami kebangkrutan, maka pihak asuransi akan membayar ganti rugi yang dialaminya sehingga sangat aman bagi dana pokok investor. Reksadana bergaransi ini perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut agar orang-orang yang takut dengan resiko tinggi bisa memilih jenis investasi ini.

 

Penyedia reksadana terproteksi

Reksadana terproteksi ini biasanya disediakan oleh bank agen penjual. Meskipun bursa sedang naik ataupun turun, lembaga ini akan tetap menyediakan jenis reksadana ini. hal ini dikarenakan reksadana jenis ini merupakan produk yang paling diminati oleh masyarakat. Sifatnya yang mirip dengan deposito merupakan alasan yang paling utama.

Investasi reksadana merupakan hal yang cukup rumit dan menuntut keberanian seseoranguntuk mentololerir resiko yang bisa dialaminya. Meskipun demikian, paling tidak dengan adanya reksadana terproteksi ini bisa sedikit membantu anda yang menginginkan usaha perlindungan terhadap dana pokok.